<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859</id><updated>2011-12-06T15:12:33.814-08:00</updated><title type='text'>FokusGeo</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-3192487833992034925</id><published>2011-08-17T19:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-17T19:23:20.725-07:00</updated><title type='text'>Aspek geografi, klasifikasi geografi, dan ilmu penunjang geografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembahasan konsep geografi memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Ruang lingkup tersebut menyangkut berbagai aspek yang satu sama lain saling terkait. Aspek-aspek tersebut adalah sebagai berikut.

&lt;span class="fullpost"&gt;a. Aspek fisik. Disebut juga aspek alamiah yang menyangkut benda mati, kimiawi, biologis, astronomis, dan sebagainya.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;b. Aspek sosial. Yang meliputi sosiologis, politis, ekonomi, hukum, sejarah, antropologi, dan sebagainya.&lt;/span&gt;

&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan aspek tersebut, secara garis besar pengetahuan geografi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;a. Geografi fisik. Adalah ilmu yang khusus mengkaji keadaan fisik dari ruang dan tempat kehidupan serta gejala yang ditimbulkan seperti air, tanah, udara, dan prosesnya.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;b. Geografi manusia. Adalah ilmu yang melihat tentang kehidupan manusia dalam ruang dengan segala aktivitas.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;c. Geografi regional. Adalah ilmu yang khusus melihat tentang hubungan antara aspek fisik manusia dalam relasi keruangan di suatu wilayah, antara lain meliputi penyebaran dalam ruang berbentuk lokal, regional, atau kontinental.&lt;/span&gt;

&lt;span class="fullpost"&gt;Supaya lebih mendalam lagi tentang pembahasan konsep geografi di atas dapat dilihat lebih jauh lagi hubungan geografi dengan berbagai disiplin ilmu lain dan interaksinya. Misalnya interaksi geografi dengan biologi menghasilkan biogeografi, interaksi geografi dengan matematika melahirkan geografi matematika dan sebagainya.&lt;/span&gt;

&lt;span class="fullpost"&gt;Penjelasan dari ilmu penunjang geografi diuraikan sebagai berikut.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;a. Geomorfologi. Adalah ilmu tentang bentangan alam atau bentuk-bentuk muka bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;b. Geologi. Adalah ilmu tentang struktur batuan yang terdapat dalam bumi atau tubuh bumi.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;c. Ilmu tanah, adalah ilmu tentang jenis, tekstur, dan struktur tanah.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;d. Hidrologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang lapisan air yang terdapat di muka bumi berupa air tanah, rawa, sungai, dan danau.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;e. Oseanografi, adalah ilmu yang mempelajari tentang laut berupa sifat air, gerakan, unsur yang dikandung, kedalaman, dan sebagainya.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;f. Meteorologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang cuaca serta pengaruhnya terhadap muka bumi.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;g. Klimatologi. Adalah ilmu tentang iklim dan pengaruhnya terhadap kehidupan di muka bumi.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;h. Zoogeografi, adalah ilmu tentang fauna atau hewan yang dilihat berdasarkan kondisi geografi.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;i. Fitogeografi, adalah ilmu tentang flora atau tumbuhan dilihat dari segi geografi.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;j. Geografi ekonomi, adalah ilmu yang khusus mengkaji kondisi geografi ditinjau dari segi ekonomi.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;k. Geografi sosial, adalah ilmu yang mengkaji tentang aspek sosial penduduk dilihat dari segi geografi.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;l. Demografi, adalah ilmu tentang penduduk yang berhubungan dengan jumlah, pertumbuhan, mobilitas, dan kemunduran penduduk.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;m. Geografi politik, adalah ilmu yang khusus mengkaji kondisi geografi ditinjau dari sudut politik atau kepentingan negara.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;n. Geografi industri, adalah ilmu tentang kajian kondisi geografis ditinjau dari sudut kebutuhan industri.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;o. Kartografi, adalah ilmu tentang pemetaan dan fungsinya terhadap konsep penggunaan ruang atau wilayah.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;p. Penginderajaan jauh atau remote sensing, adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek dari jarak jauh dengan menggunakan sensor.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;q. Geografi desa, adalah ilmu tentang geografi setempat dan hubungannya dengan desa.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;r. Geografi kota, adalah ilmu tentang kondisi geografi setempat dan hubungannya dengan kota.&lt;/span&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;s. Geografi regional, adalah ilmu yang mempelajari wilayah atau keruangan suatu daerah atau negara.&lt;/span&gt;

&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/2183781-aspek-geografi-klasifikasi-geografi-dan/#ixzz1VLLSHSpS&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-3192487833992034925?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/3192487833992034925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=3192487833992034925&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/3192487833992034925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/3192487833992034925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/08/aspek-geografi-klasifikasi-geografi-dan.html' title='Aspek geografi, klasifikasi geografi, dan ilmu penunjang geografi'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-6674975907661715197</id><published>2011-04-09T08:51:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T16:14:59.259-07:00</updated><title type='text'>Geografi Sosial</title><content type='html'>&lt;font class="fullpost"&gt;GEOGRAFI SOSIAL SEBAGAI BAGIAN ILMU GEOGRAFI&lt;/font&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;OLEH : RUDIONO&lt;/font&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Mahasiswa Pendidikan Geografi / FISE&lt;/font&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Universitas Negeri Yogyakarta&lt;/font&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;A. Geografi Secara Umum&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1. Pengertian Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Kata geografi berasal dari geo=bumi, dan graphein=mencitra. Ungkapan itu pertama kali disitir oleh Eratosthenes yang mengemukakan kata “geografika”. Kata itu berakar dari geo=bumi dan graphika=lukisan atau tulisan. Jadi kata geographika dalam bahasa Yunani, berarti lukisan tentang bumi atau tulisan tentang bumi. Istilah geografi juga dikenal dalam berbagai bahasa, seperti geography (Inggris), geographie (Prancis), die geographie/die erdkunde (Jerman), geografie/ aardrijkskunde (Belanda) dan geographike (Yunani).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Bertahun-tahun manusia telah berusaha untuk mengenali lingkungan di permukaan bumi. Pengenalan itu diawali dengan mengunjungi tempat-tempat secara langsung di muka bumi, dan berikutnya menggunakan peralatan dan teknologi yang makin maju. Sejalan dengan pengenalan itu pemikiran manusia tentang lingkungan terus berkembang, pengertian geografi juga mengalami perubahan dan perkembangan. Pengertian geografi bukan sekedar tulisan tentang bumi, tetapi telah menjadi ilmu pengetahuan tersendiri disamping bidang ilmu pengetahuan lainnya. Geografi telah berkembang dari bentuk cerita tentang suatu wilayah dengan penduduknya menjadi bidang ilmu pengetahuan yan memiliki obyek studi, metode, prinsip, dan konsep-konsep sendiri sehingga mendapat tempat ditengah-tengah ilmu lainnya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Berkaitan dengan kemajuan itu, konsep geografi juga mengalami perkembangan. Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Bintarto (1977) mengemukakan, bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Hasil semlok peningkatan kualitas pengajaran geografi di Semarang (1988) merumuskan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;James mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaiatan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Berdasarkan telaah terhadap konsep tersebut penulis berpendapat, bahwa geografi merupakan studi yang mempelajari fenomena alam dan manusia dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Dalam pengertian itu beberapa aspek yang esensial, yaitu (1) adanya hubungan timbal balik antara unsur alam dan manusia (reciprocal). (2) Hubungan itu dapat bersifat interelatif, interaktif, dan intergratif sesuai dengan konteksnya. (3) cara memadang hubungan itu berisifat keruangan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Berdasarkan konsep tersebut, studi Geografi bekaitan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;• Where is it?&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;• Why is it there?&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;• So what?&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam kata yang lain, Geografi mempelajari penyebaran keruangan dari sesuatu (bahasa, kegiatan ekonomi, pencemaran, rote transportasi, tanah, iklim, dan dan fenomena lainnya) untuk menemukan mengapa fenomena itu menyebar sebagaimana adanya. Geografi selanjutnya mencoba untuk menggambarkan terjadinya distribusi itu, dan dengan pemahaman itu dapat mengusulkan pemecahan masalah yang terjadi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2. Obyek Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya. Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek matrial dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pada obyek material, antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir sama.Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer, yang meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Obyek materal itu juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti geologi, hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan disiplin ilmu lain. Sebagai contoh obyek material tanah atau batuan. Obyek itu juga menjadi bidang kajian bagi geologi, agronomi, fisika, dan kimia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek formalnya. Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam memahami obyek material. Dalam konteks itu geografi memilki pendekatan spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain. Pendekatan spesifik itu dikenal dengan pendekatan keruangan (spatial approach). Selain pendekatan keruangan tersebut dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan kelingkungan (ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3. Prinsip Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;a. Prinsip Penyebaran&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam prinsip ini fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak merata. Fenomena sumber air tentu tidak dijumpai di semua tempat. Demikian pula permasalahan pencemaran air juga tidak dijumpai disemua sungai atau laut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;b. Prinsip Interelasi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Keterkaitan itu dapat terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain, atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia. Fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir terjadi karena kerusakan hutan di bagian hulu. Kerusakan hutan alam itu dapat terjadi karena perilaku menusia. Perilaku manusia yang demikian terjadi karena kesadaran terhadap fungsi hutan yang rendah.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;c. Prinsip Deskripsi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaiatan. Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, diagram, dll.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;d. Prinsip Korologi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4. Konsep Esensial Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Konsep merupakan pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Konsep esensial suatu bidang ilmu merupakan pengertian-pengertian untuk mengungkapan atau menggambaran corak abstrak fenomena esensial dari obyek material bidang kajian suatu ilmu. Oleh karena itu konsep dasar merupakan elemen yang penting dalam memahami fenomena yang terjadi. Dalam geografi dikenali sejumlah konsep esensial sebagai berikut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Whiple ada lima konsep esensial, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;a. Bumi sebagai planet&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;b. Variasi cara hidup&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;c. Variasi wilayah alamiah&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;d. Makna wilayah bagi manusia&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5. Pentingnya lokasi dalam memahami peristiwa dunia&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam mengungkapkan konsep geografi itu harus selalu dihubungkan dengan penyebarannya, relasinya, fungsinya, bentuknya, proses terjadinya, dan lain-lain sebagainya. Sebagai contoh ungkapan konsep “variasi cara hidup” setidaknya harus terabstraksikan mata pencaharian penduduk, proses terbentuknya mata pencaharian itu, penyebaran mata pencaharian itu, jumlah penduduk yang bekerja pada masing-masing mata pencaharian itu, dan dinamika mata pencaharian itu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut J Warman ada lima belas konsep esensial, yaitu: 1)wilayah atau regional 2)lapisan hidup atau biosfer 3) manusia sebagai faktor ekologi dominant 4) globalisme atau bumi sebagai planet 5) interaksi keruangan 6) hubungan areal 7) persamaan areal 8) perbedaan areal 9) keunikan areal 10) persebaran areal 11) lokasi relativ 12) keunggulan komparatif 13) perubahan yang terus menerus 14) sumberdaya dibatasi secara budaya 15) bumi bundar diatas kertas yang datar atau peta&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6. Ruang Lingkup Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala alam. Dalam studi itu dilakukan analisis persebaran-interelasi-interaksi fenomena atau masalah dalam suatu ruang.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Rhoad Murphey ruang lingkup geografi sebagai berikut. (1) distribusi dan hubungan timbal balik antara manusia di permukaan bumi dengan aspek-aspek keruangan permukiman penduduk dan kegunaan dari bumi. (2) hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan fisiknya sebagai bagian studi perbedaan area. (3) kerangka kerja regional dan analisis wilayah secara spesifik.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7. Hakekat Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Untuk mendapat konsep yang lebih mendalam dalam uraian berikut akan dibahas hakekat geografi. Menurut Karl Ritter bahwa geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia. Dalam konsep itu, sebagai tempat tinggal manusia berkenaan dengan ruang yang memiliki struktur, pola, dan proses yang terbentuk oleh aktivitas manusia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Selain itu konsep “tempat tinggal manusia” tidak hanya terbatas pada permukaan bumi yang ditempati oleh manusia, tetapi juga wilayah-wilayah permukaan bumi yang tidak dihuni oleh manusia sepanjang tempat itu penting artinya bagi kehidupan manusia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Bertitik tolak pada pemikiran itu studi geografi meluputi segala fenomena yang terdapat dipermukaan bumi, baik alam organik maupun alam anorganik yang ada hubungannya dengan kehidupan manusia. gejala organik dan anorganik itu dianalisis peyebarannya, perkembangannya, interelasinya, dan interaksinya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Sebagai suatu bidang ilmu, geografi selalu melihat fenomena dalam konteks ruang secara keseluruhan. Gejala dalam ruang diperhatikan secara seksama. Perhatian itu dilakukan dengan selalu mengkaji faktor alam dan faktor manusia, dan keterkaitan keduanya yang membentuk integrasi keruangan di wilayah yang bersangkutan. Gejala – interelasi- interaksi – integrasi keruangan menjadi hakekat kerangka kerja utama geografi. Kerangka analisisnya selalu menggunakan pertanyaan geografi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;8. Klasifikasi dan Cabang-Cabang Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Disiplin ilmu geografi memiliki cakupan obyek yang luas. Obyek itu mencakup fenomena alam dan manusia, dan keterkaitan antar keduanya.Untuk mempelajari obyek yang demikian luas tumbuh cabang-cabang geografi yang dapat memberikan analisis secara mendalam terhadap obyek yang dipelajarinya. Cabang-cabang ilmu geografi dapat dirinci sebagai berikut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Huntington, geografi terbagi empat cabang, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;a. Geografi Fisik yang mempelajari faktor fisik alam&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;b. Pitogeografi yang mempelajari tanaman&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;c. Zoogeografi yang mempelajarai hewan&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;d. Antropogeografi yang mempelajari manusia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Muller dan Rinner, cabang-cabang geografi terdiri atas:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;a. Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika, geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;b. Geografi Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial, dan geografi kota), Geografi ekonomi (geografi pertanian, geografi transportasi dan komunikasi) geografi politik&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;c. Geografi regional&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;a. Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan dengan mansuia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;b. Geografi Manusia&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1) Geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya keruangan manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2) Geografi penduduk merupakan cabang geografi manusia yang obyek studinya keruangan penduduk. Obyek studi ini meliputi penyebaran, densitas, perbandingan jenis kelamin penduduk dari suatu wilayah.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3) Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang pertanian, industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan sebagainya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4) Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5) Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya berkaitan dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan bumi. Aspek yang dibahas adalah kapan suatu wilayah dihuni manusia, bagaimana bentuk permukimannya, faktor apa yang mempengaruhi perkembangan dan pola permukiman.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;c. Geografi Regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam pengkajian gejala dan masalah geografi harus selalu terpadu. Walaupun geografi fisik mengkaji aspek fisik, tetapi selalu mengkaitkannya dengan aspek manusia dalam suatu “ruang”. Sebaliknya geografi manusia selalu mengkaitkan dirinya dengan aspek-aspek fisik geografi. Geografi akan kehilangan “jati dirinya” jika tidak terjadi konsep keterpaduan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;9. Pendekatan-Pendekatan Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi merupakan pengetahuan yang mempelajarai fenomena geosfer dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Berdasarkan definisi geografi tersebut ada dua hal penting yang perlu dipahami, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;a. obyek studi geografi (Obyek studi geografi adalah fenomena geosfere yang meliputi litosfere, hidrosfera, biosfera, atmosfera, dan antrophosfera), dan&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;b. pendekatan geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Mendasarkan pada obyek material ini, geografi belum dapat menunjukan jati dirinya. Sebab, disiplin ilmu lain juga memiliki obyek yang sama. Perbedaan geografi dengan disiplin ilmu lain terletak pada pendekatannya. Sejalan dengan hal itu Hagget (1983) mengemukakan tiga pendekatan, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;a. pendekatan keruangan,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;b. pendekatan kelingkungan, dan&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;c. pendekatan kompleks wilayah&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;B. Geografi Sosial&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dari uraian sebelumnya dapat ditarik sebuah definisi dari geografi sosial. Geografi sosial merupakan kajian dalam geografi manusia yang menjelaskan mengenai interaksi antara manusia dengan lingkungan sosialnya yaitu manusia lain maupun kelompok manusia disekelilingnya. Maksudnya, bahwa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik kebutuhan primer maupun sekunder pasti akan memanfaatkan lingkungan sekitarnya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;REFERENSI&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Tim geografi.1994.Pelajaran Geografi SMA.Jakarta:Yudhistira&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Nursjid Sumaatmadja.__.Konsep Dasar Geografi.__:__&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;http://www.malang.ac.id/e-Learning/FMIPA/Budi%20Handoyo/geografi.htm&lt;/font&gt;


&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-6674975907661715197?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/6674975907661715197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=6674975907661715197&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/6674975907661715197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/6674975907661715197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/04/geografi-sosial.html' title='Geografi Sosial'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-8006370759348385853</id><published>2011-04-08T23:05:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T16:14:59.259-07:00</updated><title type='text'>Geomorfologi</title><content type='html'>&lt;font class="fullpost"&gt;Geomorfologi&lt;/font&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;A.  Pengertian Geomorfologi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi dan perubahan-perubahan yang terjadi pada bumi itu sendiri. Geomorfologi biasanya diterjemahkan sebagai ilmu bentang alam. Mula-mula orang memakai kata fisiografi untuk ilmu yang mempelajari tetang ilmu bumi ini, hal ini dibuktikan pada orang-orang di Eropa menyebut fisiografi sebagai ilmu yang mempelajari rangkuman tentang iklim, meteorologi, oceanografi, dan geografi. Akan tetapi orang, terutama di Amerika, tidak begitu sependapat untuk memakai kata ini dalam bidang ilmu yang hanya mempelajari ilmu bumi saja dan lebih erat hubungannya dengan geologi. Mereka lebih cenderung untuk memakai kata geomorfologi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;B.     Konsep dasar Geomorfologi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;10 Konsep dasar geomorfologi yang berada dalam buku Principles of Geomorphology adalah:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. Proses-proses fisik dan hukumnya yang terjadi saat ini berlangsung selama waktu geologi,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuk lahan,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. Tingkat perkembangan relief permukaan bumi tergantung pada proses-proses geomorfologi yang berlangsung,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   4. Proses-proses geomorfik terekam pada land forms yang menunjukan karakteristik proses yang berlangsung,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   5. Keragaman erosional agents tercermin pada produk dan urutan land forms yang terbentuk,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   6. Evolusi geomorfologi bersifat kompleks,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   7. Obyek alam di permukaan bumi umumnya berumur lebih muda dari Pleistosen,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   8. Interpretasi yang sempurna mengenai landscapes melibatkan beragam faktor geologi dan perubahan iklim selama Pleistosen,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   9. Apresiasi iklim global diperlukan dalam memahami proses-proses geomorfik yang beragam, dan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;  10. Geomorfologi, umumnya mempelajari land forms / landscapes yang terjadi saat ini dan sejarah pembentukannya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;C.     Proses Geomorfologi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Proses geomorfologi adalah perubahan-perubahan baik secara fisik maupun kimiawi yang dialami permukaan bumi. Penyebab proses tersebut yaitu benda-benda alam yang kita kenal dengan nama geomorphic agent, berupa air dan angin. Keduanya merupakan ad penyebab yang dibantu dengan adanya gaya berat, dan keseluruhannya bekerja bersama-sama dalam melakukan perubahan terhadap permukaan muka bumi. Tenaga-tenaga perusak ini dapat kita golongkan dalam tenaga asal luar (eksogen), yaitu yang datang dari luar atau dari permukaan bumi, sebagai lawan dari tenaga asal dalam (endogen) yang berasal dari dalam bumi. Tenaga asal luar pada umumnya bekerja sebagai perusak, sedangkan tenaga asal dalam sebagai pembentuk. Kedua tenaga inipun bekerja bersama-sama dalam mengubah bentuk permukaan muka bumi ini.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pembentukan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Perusakan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pengangkutan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Tenaga asala dalam&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pembentukan struktur&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pembentukan gunung api&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Tenaga asal luar&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Gradasi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pelapukan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Tenaga dari luar bumi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Adanya jatuhan dari meteor&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Tenaga asal luar&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pengangkutan bahan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Erosi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Gelombang&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Gambar 1.0 Bagan Terjadinya geomorfologi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;D.      Ada beberapa terapan geomorfologi menurut Thornbury dalam Sutikno yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. Terapan geomorfologi dalam hidrologi, yang membahas hidrologi di daerah karst dan air tanah daerah glasial. Masalah hidrologi di daerah karst dapat diketahui dengan baik apabila geomorfologinya diketahui secara mendalam. Air tanah di daerah glasial tergatung pada tipe endapannya, dan tipe endapan ini dapat lebih mudah didekati dengan geomorfologi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan geomorfologi untuk menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan endapan bijih.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. Terapan geomorfologi dalam keteknikan, aspek keteknikan yang dibahas meliputi jalan raya, penentuan pasir, dan kerakal, pemilihan situs bendungan dan geologi militer. Terapan geomorfologi dalam keteknikan ini semua aspek geomorfologi dipertimbangkan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   4. Terapan geomorfologi dalam ekplorasi minyak, banyak unsur-unsur minyak di AS yang ditentukan dengan pendekatan geomorfologi terutama bentuklahan termasuk topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan minyak.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   5. Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu menyangkut pemetaan tanah, kajian pantai, dan erosi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;E.      Ringkasan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geomorfologi bukan hanya sekedar mempelajari bentuk lahan yang tampak saja, tetapi juga mentafsirkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut bisa terjadi, proses apa yang mengakibatkan pembentukan dan perubahan muka bumi. Jadi meliputi bentuklahan (landform), proses-proses yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar laut/samudera serta mencari hubungan antara bentuk lahan dengan proses-proses dalam tatanan keruangan dan kaitannya dengan lingkungan. Dengan demikian bahwa dalam mempelajari geomorfologi terkait pada geologi, fisiografi, dan proses geomorfologi yang menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam perubahan bentuk lahan. Konsep dasar Geomorfologi perlu dipahami secara baik untuk mempelajari Geomorfologi dalam membantu mengenal dan menganalisa kenampakan bentuk lahan di permukaan bumi, sehingga pada akhirnya dapat mengenal peristilahan baik secara deskriptif maupun secara empiris, terutama nanti dalam melakukan klasifikasi bentuk lahan. Geomorfologi mempunyai peran dan terapan dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan perencanaan, analisis medan, banjir, serta bahaya alam disebabkan oleh gaya endogen.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh daerah yang mengalami perubahan bentuk permukaan muka bumi:&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Palung laut merupakan bentuk paritan memanjang dengan kedalaman mencapai lebih dari 6.500 meter. Umumnya palung laut ini merupakan batas antara kerak samudera India dengan tepian benua Eurasia sebagai bentuk penunjaman yang menghasilkan celah memanjang tegak lurus terhadap arah penunjaman .&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Beberapa patahan yang muncul di sekitar palung laut ini dapat reaktif kembali seperti yang diperlihatkan oleh hasil plot pusat-pusat gempa atau episentrum di sepanjang lepas pantai pulau Sumatera dan Jawa. Sesar mendatar Mentawai yang ditemukan pada Ekspedisi Mentawai Indonesia-Prancis tahun 1990-an terindikasi sebagai sesar mendatar yang berpasangan namun di berarapa bagian memperihatkan bentuk sesar naik. Hal ini merupakan salah satu sebab makin meningkatnya tekanan kompresif dan seismisitas yang menimbulkan kegempaan.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Di bagian barat pulau Sumatera, pergerakan lempeng samudera India mengalibatkan terangkatnya sedimen (seabed) di kerak samudera dan prisma-prisma akresi yang merupakan bagian terluar dari kontinen. Sesar-sesar normal yang terbentuk di daerah bagian dalam yang memisahkan prisma akresi dengan busur  kepulauan mengakibatkan peningkatan pasokan sedimen yang lebih besar. Demikian pula akibat terjadinya pengangkatan tersebut maka morfologi palung laut di kawasan ini memperlihatkan bentuk lereng yang terjal dan sempit dibandingkan dengan palung yang terbentuk di kawasan timur Indonesia.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Daerah lain terjadinya geomorfologi yaitu daerah semarang yang merupakan salah satu kota pantai yang di indonesia. Dikawasan pantainya terdapat berbagai fasilitas publik yang bernilai sangat tinggi, seperti pelabuhan dan terminal bus antar kota. disamping itu juga terdapat tempat kawasan perumahan yang bernilai sejarah seperti kawasan kota lama, perumahan mewah, kawasan wisata pantai, permukiman kumuh, perikanan, sawah, dsb. Kita dapat melihat kondisi geomorfologi dan kondisi kawasan yang dijumpai pada kota semarang&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pada tahun 2001, diperkirakan permukaan air laut naik 1,00 m yang disebabkan oleh berbagai kerusakan lingkungan hidup, antara lain oleh pemanasan global. Dalam kaitan ini, telah dilakukan pengkajian wilayah pantai Kota Semarang menggunakan metoda deskriftif melalui identifikasi dan inventarisasi permasalahan kawasan dan geomorfologi yang ada saat ini untuk mendapatkan dampak atau resiko terhadap fisik lingkungan wilayah, geomorfologi perairan dan daratan, lingkungan, ekonomi sosial serta kemungkinan teknik adaptasi manusia pada genangan banjir, yang kelak akan digunakan untuk bahan penyusunan metoda perhitungan kerugian wilayah, adaptasi dan mitigasi bencana banjir&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Berdasarkan dari bencana rob atau banjir, pemda dan masyarakat wilayah pantai Kota semarang sudah berusaha secara teknologi menghadapi/mengadaptasi bencana banjir melalui penerapan teknologi sistem drainase yang tepat.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Definisi Geomorfologi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Kata Geomorfologi (Geomorphology) berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Geos (erath/bumi), morphos (shape/bentuk), logos (knowledge atau ilmupengetahuan). Maka pengertian geomorfologi adalah pengetahuan tentang bentuk lahan dan proses yang terjadi di permukaan bumi termauk pergerakan material, air dan drainase serta factor lain yang memicu terjadinya proses geomorfik..&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Secara singkat berikut ini disajikan mengenai beberapa definisi geomorfologi yang dikemukakan oleh para ahli yaitu:&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1)   Lobeck (1939: 3) menyatakan bahwa Geomorfologi adalah studi tentang bentuk lahan.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2)   Cooke dan Doornkamp dalam Sutikno (1987: 3) dinyatakan bahwa geomorfologi adalah studi mengenai bentuklahan dan terutama tentang sifat alami, asal mula, proses perkembangan, dan komposisi material penyusunnya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;3)   Thornbury dalam Sutikno (1990: 2) disebutkan bahwa geomorfologi adalah ilmu pengetahuan tentang bentuk lahan.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4)   Zuidam dan Concelado (1979: 3) juga menyatakan bahwa Geomorfologi adalah studi yang menguraikan bentuklahan dan proses yang mempengaruhi pembentukannya serta mengkaji hubungan timbal balik antara bentuklahan dengan proses dalam tatanan keruangannya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;5)   Verstappen (1983: 3) bentuklahan adalah menjadi sasaran Geomorfologi bukan hanya daratan tetapi juga yang terdapat di dasar laut (lautan).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dijelaskan bahwa Geomorfologi adalah mempelajari bentuklahan (landform), proses-proses yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar laut/samudera serta mencari hubungan antara bentuklahan dengan proses-proses dalam tatanan keruangan dan kaitannya dengan lingkungan. Di samping itu, juga menelaah dan mengkaji bentuk lahan secara deskriptif, mempelajari cara pembentukannya, proses alamiah dan ulah manusia yang berlangsung, pengkelasan dari bentuklahan serta cara pemanfaatannya secara tepat sesuai dengan kondisi lingkungannya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Konsep Dasar Geomorfologi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam mempelajari geomorfologi baik diperlukan dasar pengetahuan yang baik dalam bidang klimatologi, geografi, geologi serta sebagian ilmu fisika dan kimia yang mana berkaitan erat dengan proses dan pembentukan muka bumi. Secara garis besar proses pembentukan muka bumi menganut azas berkelanjutan dalam bentuk daur geomorfik (geomorphic cycles), yang meliputi pembentukan daratan oleh tenaga dari dalam bumi (endogen), proses penghancuran/pelapukan karena pengaruh luar atau tenaga eksogen, proses pengendapan dari hasil pengahncuran muka bumi (agradasi), dan kembali terangkat karena tenaga endogen, demikian seterusnya merupakan siklus geomorfologi yang ada dalam sekala waktu sangat lama.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Secara garis besar dikenal beberapa konsep dasar dalam studi geomorfologi yang dikemukakan oleh Thornbury (1958) dalam Suprapto (1997: 17) dan Suwijanto adalah sebagai berikut:&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1.   Proses-proses dan hukum fisik yang sama bekerja sekarang, bekerja pula pada waktu geologi yang, walaupun intensitasnya tidak sama seperti sekarang.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2.   Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuklahandan struktur geologi dicerminkan oleh bentuklahannya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;3.   Perbedaan muka bumi yang berbeda antara satu dengan yang lain disebabkan karena derajat pembentukannya berbeda pula.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4.   Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas-bekas yang nayata pada bentuklahan dan setiap proses geomorfologi akan membangun suatu karakteristik tertentu pada bentuklahannya (meninggalkan jejak yang spesifik dan dapat dibedakan dengan proses lain secara jelas).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;5.   Akibat perbedaan tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi, maka dihasilkan suatu urutan bentuklahan yang mempunyai karakteristik tertentu pada masingmasing tahap perkembangannya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;6.   Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum terjadi dibandingkan dengan evolusi geomorfik yang sederhana (perkembangan bentuk muka bumi umumnya sangat kompleks/rumit, jarang yang disebabkan oleh proses yang sederhana).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;7.   Hanya sedikit saja dari topografi permukaan bumi adalah lebih tua dari zaman Tersier, dan kebanyakan daripadanya tidak lebih dari zaman Pleistosen.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;8.   Interpretasi secara tepat terhadap bentanglahan sekarang tidak mungkin dilakukan tanpa memperhatikan perubahan-perubahan iklim dan geologi selama masa Pleistosen (Pengenalan bentanglahan saat sekarang harus memperhatikan proses yang berlangsung pada zaman Pleistosen)&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;9.   Apresiasi iklim-iklim dunia amat perlu untuk mengetahui secara benar dari berbagai kepentingan di dalam proses-proses geomorfologi yang berbeda .&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;10. Walaupun geomorfologi menekankan terutama pada bentanglahan sekarang, namun untuk mempelajarinya secara maksimal perlu mempelajari sejarah perkembangannya&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Arti Penting Geomorfologi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Arti penting geomorfologi yaitu sebagai pendukung ilmu kebumian lainnya dan ilmu yang terkait dalam arti praktisnya. Geomorfologi sebagai ilmu mempunyai arti yang penting, seperti peranannya dalam geografi fisik dan terapannya dalam penelitian. Kajian geomorfologikal akan menghasilkan data/informasi yang utama dan pertama dari bentanglahan fisikal yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu maupun terapan praktisnya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Terapan geomorfologi menurut para ahli:&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Verstappen meliputi peran dan terapan geomorfologi dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan perencanaan, analisis medan, banjir, serta bahaya alam disebabkan oleh gaya endogen.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Zuidam, berdasarkan analisis dan klasifikasi dapat dikemukakan sebagai berikut:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;    * Relief/morfologi meliputi bagian lereng, ketinggian, kemiringan lereng, panjang lereng, bentuk lereng, bentuk lembah, dan aspek relief yang lain.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Proses geomorfologi meliputi erosi dan tipe erosi, kecepatan dan daerah yang terpengaruh; banjir yang meliputi tipe, frekuensi, durasi, kedalaman, dan daerah yang terpengaruh; gerakan massa yang meliputi tipe, kecepatan, daerah yang terpengaruh.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Tipe material batuan meliputi batuan induk, material permukaan, kedalaman pelapukan.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Vegetasi dan penggunaan lahan meliputi tipe vegetasi, kepadatan, tipe penggunaan lahan, periode, durasi, dan konservasi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Air tanah mencakup kelembaban permukaan, kedalaman air tanah, fluktuasi air tanah, dan kualitas air tanah.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Tanah mencakup kedalaman, kandungan humus, tekstur, drainase, dan daerah berbatu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3. Thornbury (1954) dalam Sutikno (1987: 12) menyatakan bahwa ada lima kelompok terapan geomorfologi, yaitu:.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;    * Terapan geomorfologi dalam hidrologi, yang membahas hidrologi di daerah karst dan air tanah daerah glasial. Masalah hidrologi di daerah karst dapat diketahui dengan baik apabila geomorfologinya diketahui secara mendalam. Air tanah di daerah glacial tergatung pada tipe endapannya, dan tipe endapan ini dapat lebih mudah didekati dengan geomorfologi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan geomorfologi untuk menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan endapan bijih.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Terapan geomorfologi dalam keteknikan, aspek keteknikan yang dibahas meliputi jalan raya, penentuan pasir, dan kerakal, pemilihan situs bendungan dan geologi militer.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Terapan geomorfologi dalam ekplorasi minyak, banyak unsur-unsur minyak di AS yang ditentukan dengan pendekatan geomorfologi terutama bentuklahan termasuk topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan minyak.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu menyangkut pemetaan tanah, kajian pantai, dan erosi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Geomorfologi dan Lingkungan Hidup Kab Magelang&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Lingkungan Hidup&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Luas lahan konservasi Kabupaten Magelang pada tahun 2000 adalah 10.064 km2 tetapi luasnya menurun pada tahun 2005 menjadi 7.506 km2. Untuk mengatasi kerusakan lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang telah melakukan perbaikan terhadap lahan kritis. Luas lahan kritis pada tahun 2003 seluas 12.943 Km2, telah berkurang menjadi 11.896 km2 pada tahun 2005, sedangkan kerusakan lahan menurun menjadi 203,75 km2.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Permasalahan utama yang masih dihadapi dalam pembangunan lingkungan hidup antara lain:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. belum optimalnya pelestarian hutan lindung, pengelolaan hutan produksi, dan pengelolaan hutan rakyat,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. partisipasi masyarakat sekitar hutan yang masih belum optimal&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. belum optimalnya penerapan sempadan sungai dan sempadan mata air  untuk menjaga kelestarian lingkungan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Kehutanan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Dibidang kehutanan, jumlah hasil hutan yang paling banyak diproduksi adalah getah kayu pinus.  Komoditi kehutanan di Kabupaten Magelang yang juga cukup potensial adalah tanaman sengon, dimana tanaman ini telah banyak ditanam oleh masyarakat yang tersebar di 21 kecamatan. Namun dikhawatirkan apabila jumlah hutan terus menurun akan berpengaruh terhadap produksi hasil hutan.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pertanahan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Di bidang pertanahan yang merupakan salah satu sumber daya alam yang harus dijaga dan ditata, karena mempunyai nilai strategis dalam tatanan kehidupan manusia bersosial dan bernegara. Terutama dalam kaitannya dengan fungsi pemanfaatan, baik fungsi lindung maupun budi daya sesuai RTRW. Sampai tahun 2005, di Kabupaten Magelang terdapat 876.116 bidang tanah, dan yang telah bersertifikat baru berjumlah 260.237 bidang tanah. Oleh karena itu diperlukan sistem informasi dan manajemen pertanahan yang baik&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Bentuk Geomorfologi Dasar Laut Pada Tepian Lempeng Aktif di Lepas Pantai Barat Sumatera dan Selatan Jawa&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Tatanan tektonik sebelah barat Sumatera dan selatan Jawa, didominasi oleh pergerakan ke utara dari tepian aktif lempeng samudera Hindia dan lempeng benua Australia terhadap lempengan Sunda dengan kecepatan sekitar 6-7 cm/tahun. Komponen gerakan lempengan yang relatif tegak lurus terhadap arah batas lempeng sebagian besar membentuk sesar-sesar naik di sepanjang zona subduksi Sumatera dan Java, sedangkan komponen lempeng yang parallel terhadap batas lempeng didominasi oleh terbentuknya sesar-sesar geser pada zona sesar.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Kajian tepian tektonik aktif difokuskan untuk mengidentifikasi bentuk geomorfologi dasar laut dari masing-masing segmen lempeng. Empat bentuk morfologi utama dapat diidentifikasi, seperti zona subduksi, palung laut, prisma akresi, dan cekungan busur muka. Gambaran bentuk geomorfologi dasar laut ini kemungkinan merupakan contoh morfologi dasar laut yang terbaik di dunia.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Batas-batas bentuk geomorfologi dasar laut ini sangat jelas terlihat pada rekaman seismic dan citra seabeam. Makin kearah selatan, dasar laut makin banyak mengalami pensesaran normal. Sesar-sesar ini nampaknya lebih intensif makin jauh dari palung laut. Pada sumbu palung, bentuk kerak samudera telah banyak mengalami pensesaran dan membentuk pola-pola horst dan graben secara luas.&lt;/font&gt;
&lt;font class="post-author vcard"&gt;Diposkan oleh &lt;font class="fn"&gt;Mirae Mc Cartney&lt;/font&gt; &lt;/font&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-8006370759348385853?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/8006370759348385853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=8006370759348385853&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/8006370759348385853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/8006370759348385853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/04/geomorfologi.html' title='Geomorfologi'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-2031923949939605964</id><published>2011-04-08T22:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T16:14:59.259-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Geografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi pertama kali dikemukakan oleh Erathotenes dalam tulisannya berjudul Geografika.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam tahap selanjutnya, pengetahuan Geografi dikembangkan oleh Copernicus. Ia berpendapat bahwa bumi bukan merupakan pusat peredaran benda- benda langit, mataharilah yang menjadi pusat peredaran benda- benda langit. Teori tersebut dinamakan Heliosentris.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pada abad pertengahan Bernadus Veranus membagi geografi menjadi 2 yaitu&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi generalis ( litosefer, hidrosfer, atmosfer, dan bentuk muka bumi)&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi spesialis (penduduk dan sosial)&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pada awal abad ke dua sebelum masehi, muncul tokoh geografi yang bernama Claudius Ptolemaeus, beliau mengartikan Geografi adalah suatu penyajian dari sebagian atau seluruhnya permukaan bumi melalui peta. Sumbangan yang paling berharga darinya yaitu usahanya untuk membuat peta yang terkenal dengan atlas ptolemaeus.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam perkembangan selanjutnya muncul dua pandangan dalam geografi, yaitu fisis determinis( Ratzel, Huntington, Karl Richter) dan posibilis( Paul Vidal de La Blanche)&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pengertian Geografi The definition of Geography&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;JAMES&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi adalah ilmu yang melihat keteraturan gejala- gejala alam sehingga memberikan karakteristik suatu tempat. Selanjutnya ia menyatakan bahwa geografi menyangkut kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk melihat persamaan dan perbedaan suatu tempat dengan tempat lain.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;BARLOW&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi adalah ilmu yang mempelajari proses- proses yang berhubungan dengan lingkungan dan gejala- gejala serta pola- pola terkait yang dibahas.&lt;/font&gt;


&lt;font class="fullpost"&gt;BINTARTO&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan dan menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk; mempelajari corak yang khas dalam kehidupan dan berusaha mencari fungsi unsur- unsur bumi dalam ruang dan waktu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Hasil Seminar Lokakarya Semarang ( 1988).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer dan interakasi antara manusia dalam lingkungannya dengan sudut pandang kelingkungan dalam konteks keruangan dan kewilayahan.&lt;/font&gt;


&lt;font class="fullpost"&gt;NB. jangan lupa unutk mencari sumber lain, jika ada yang tidak jelas anda dapat bertanya langsung dengan saya, dan kita akan mendiskusikannya di kelas, oke!.... Very Happy&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;cheers selamat belajar!!!&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Diposkan oleh Adi Sudarzono &lt;/font&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-2031923949939605964?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/2031923949939605964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=2031923949939605964&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/2031923949939605964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/2031923949939605964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/04/perkembangan-geografi.html' title='Perkembangan Geografi'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-8562793376524097186</id><published>2011-04-08T22:41:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T16:14:59.260-07:00</updated><title type='text'>Prinsip Dan Konsep Geografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Prinsip dan Konsep Dasar Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;A. Prinsip geografi ada 4, yaitu :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Prinsip Penyebaran&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Gejala geografi baik tentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia yg tersebar secara tidak merata di muka bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh : Timah di Pulau Bangka, pohon bakau di pantai.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2. Prinsip Interelasi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Hubungan yg saling terkait antara gejala yg satu dgn gejala yg lain dlm satu ruang tertentu.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh : hutan gundul terjadi karena penebangan liar.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3. Prinsip Korologi ( Keruangan )&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Bahwa setiap prinsip ini gejala – gejala, fakta – fakta, dan masalah – masalah geografi ditinjau dari penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dan hubungan itu terdapat pada ruang tertentu. Contoh : Padi hidup subur di daerah dataran rendah.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4. Prinsip Deskriptif&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Prinsip untuk memberikan pelajaran atau gambaran lebih jauh tentang gejal – gejala, atau masalah – masalah yg diselidiki dlm bentuk tulisan atau kata – kata yg dapat dilengkapi dgn : diagram, grafik, table, gambar, dan peta.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;B. Konsep dasar geografi yg esensial, ada 10 yaitu :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Konsep Lokasi : Letak suatu tempat di permukaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1.1. Lokasi Absolut : Tempatnya tetap.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1.2. Lokasi relative : tempatnya bias berubah karena factor tertentu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2. Konsep jarak : Jark antara tempat satu ke tempat lain.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2.1. Jarak Absolut : Diukur dgn satuan ukuran.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2.2. Jarak relative : Dikaitkan factor waktu ekonomi dan psikologis.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3. Konsep keterjangkauan :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Hub. Antara satu tempat dgn tempat yg lain, dikaitkan dgn sarana dan prasarana angkutan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4. Konsep pola :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Berkaitan dgn persebaran fenomena geosfer di permukaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh : Persebaran flora dgn fauna.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5. Konsep Morfologi :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Berkaitan dgn fauna bentuk permukaan bumi, sebagai akibat tenaga eksogen dan endogen.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh : Pegunungan, lembah, dataran rendah.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6. Konsep Aglomerasi :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pemusatan penimbunan suatu kawasan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;contoh : kawasan industri, pertanian, pemukiman.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7. Konsep nilai kegunaan :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Suatu nilai guna tempat –tempat di bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh : tempat wisata.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;8. Konsep Interaksi dan Interpendensi :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Saling berpengaruh dan ketergantungan antara gejala di muka bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh : Antara desa dgn kota.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;9. Konsep Deferensiasi Areal:&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Fenomena yg berbeda antara tempat yg satu dgn yg lain.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh : Areal pedesaan khas dan corak persawahan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;10. Konsep keterkaitan keruangan :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Keterkaitan persebaran suatu fenomena dgn fenomena lain.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Contoh : daerah pantai pada umumnya bermata pencaharian nelayan.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Diposkan oleh Adi Sudarzono&lt;/font&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-8562793376524097186?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/8562793376524097186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=8562793376524097186&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/8562793376524097186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/8562793376524097186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/04/prinsip-dan-konsep-geografi.html' title='Prinsip Dan Konsep Geografi'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-3106109460870679775</id><published>2011-04-08T22:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T16:14:59.260-07:00</updated><title type='text'>Geografi Dan Kompetensinya Dalam Kajian Geografi Fisik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Materi Sarasehan Keilmuan Geografi&lt;/font&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Tanggal 18-19 Januari 2008 di Faklutas Geografi UGM&lt;/font&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Oleh:&lt;/font&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Sutikno&lt;/font&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;                            Jurusan Geografi Lingkungan, Fakultas Geografi UGM&lt;/font&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;INTI SARI&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi sebagai ilmu pengetahuan yang pernah disebut sebagai induk ilmu pengetahuan (mother of sciences) mengalami pasang-surut peranannya untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan. Apabila geografi tetap ingin berperan dalam memberikan sumbangan pemikiran dalam kebijakan pembangunan, geografi harus mempunyai konsep inti, metodologi dan aplikasi yang mantap. Makalah ini bertujuan untuk menelusuri konsep inti geografi yang sesuai untuk dikembangkan di Indonesia untuk mendasari kompentensinya, khususnya dalam bidang geografi fisik. Pemisahan geografi fisik dan geografi manusia yang tinggi kurang mencirikan jati diri geografi, dan jika kecenderungan pemisahan tersebut semakin berlanjut jati diri geografi akan pudar dan akan larut dalam disiplin ilmu lainnya, dan bahkan kita akan kehilangan sebagian dari kompetensi keilmuan geografi. Geografi terpadu atau geografi yang satu (unifying geography) menjadi satu pilihan sebagai dasar pembelajaran geografi yang sesuai untuk Indonesia, yang diikuti dengan pendalaman keilmuan pada masing-masing obyek material kajian geografi tanpa melupakan obyek formalnya. Komponen inti dari geografi terpadu adalah ruang, tempat/lokasi, lingkungan dan peta, yang berdimensi waktu, proses, keterbukaan dan skala. Komponen inti geografi terpadu tersebut dijadikan dasar untuk menentukan kompetensi geografi. Kompetensi geografi fisik, yang obyek materialnya fenomena lingkungan fisik (abiotik) pada lapisan hidup manusia, sangat luas antara lain: penataan ruang, pengeolaan sumberdaya alam, konservasi sumberdaya alam, penilaian degradasi lingkungan, pengelolaan daaerah aliran sungai, penilaian tingkat bahaya dan bencana, penilaian risiko bencana. Kompetensi geografi fisik tersebut selalu dikaitkan dengan kepentingan umat manusia, dengan konsep bahwa lingkungan fisikal sebagai lingkungan hidup manusia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. PENGANTAR&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Perbincangan tentang jati diri Geografi telah beberapa kali dilakukan di Indonesia, baik melalui lokakarya, seminar maupun melalui sarasehan yang dilakukan oleh Fakultas/Jurusan/Departemen Geografi, organisasi profesi (IGI) dan ikatan alumni (IGEGAMA). Jati diri suatu disiplin ilmu dapat ditelaah dari definisinya. Dalam Seminar&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Peningkatan Relevansi Metode Penelitian Geografi tanggal 24 Oktober 1981 Prof. Bintarto dalam papernya berjudul Suatu Tinjauan Filsafat Geografi mengemukakan definisi Geografi sebagai berikut: Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di muka bumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi baik yang fisikal maupun yang menyangkut mahkluk hidup beserta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal dan regional untuk kepentingan program, proses dan keberhasilan pembangunan (Bintarto, 1984). Seminar dan lokakarya yang dilaksanakan di Jurusan Geografi, FKIP, IKIP Semarang kerjasama dengan IGI tahun 1988 telah menghasilkan rumusan definisi: Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perbedaan dan persamaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan, kewilayahan dalam konteks keruangan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Rumusan dua definisi Geografi tersebut sedikit berbeda namun memberikan ketegasan dan kejelasan tentang obyek kajian dalam Geografi baik obyek material maupun formalnya. Obyek materialnya adalah gejala, fenomena, peristiwa di muka bumi (di geosfer), sedang obyek formalnya adalah sudut pandang atau pendekatan:keruangan, kelingkungan dan kompleks wilayah. Ketegasan obyek formal kajian Geografi penting untuk membedakan kajian dengan disiplin ilmu lain yang obyek materialnya juga fenomena geosfer. Geosfer terdiri atas atmosfer, litosfer (termasuk pedosfer), hidrosfer dan biosfer (termasuk antroposfer); sfera bumi tersebut membentuk satu sistem alami yang masing-masing sfera saling berinteraksi, saling pengaruh mempengaruhi. Konsep sfera bumi membentuk satu sistem alami merupakan konsep penting dalam geografi, karena dapat dijadikan dasar untuk memahami dinamika fenomena dari muka bumi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Definisi Geografi versi Semlok Semarang tersebut masih banyak digunakan dalam proses pembelajaran geografi di sekolah dan perguruan tinggi, dan bukan satusatunya yang harus diajarkan kepada peserta didik, karena masih banyak definisi lain yang perlu disampaikan untuk memperkaya dan memperluas wawasan tentang jati diri geografi. Definisi geografi itu sangat banyak, berikut ini disampaikan lima definisi untuk memberikan diversitas cakupan, dan jati diri Geografi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1) Geography is concerned to provide an accurate, orderly, and rational description and interpretation of the variable character of the Earth’s surface (Hartshorne, 1959).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2) Geography is the scientific study of changing spatial relationships of terrestrial phenomena viewed as world of man (Bird, 1989).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3) The core of Geography is an abiding concern for human and physical attribute of places and regions and with spatial interaction that alter them (Abler et al, 1992). 4) Geography is the study of the surface of the Earth. It involves the phenomena and processes of the Earth’s natural and human environments and landscapes at local to global scales (Herbert and Matthews (2001).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5) Geography is a discipline concerned with understanding the spatial dimensions of environmental and social processes (White, 2002)&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Variasi definisi tersebut di atas juga memberikan ketegasan kepada kita bahwa obyek kajian Geografi adalah fenomena geosfer dan sudut pandangnya adalah keruangan, kelingkungan dan kewilayahan meskipun dengan rumusan yang berbeda. Rumusan yang berbeda dari definisi Geografi dapat dipahami dengan munculnya pandangan Geografi yang menyatakan bahwa geografi adalah apa yang dikerjakan oleh geograf. Dua definisi terakhir dari lima definisi tersebut di atas aspek lingkungan mendapat tekanan yang lebih. Hal tersebut sangat mungkin diinspirasi oleh permasalahan lingkungan yang semakin meningkat dan mengglobal di muka bumi ini, seperti perubahan iklim global, penurunan kualitas lingkungan, bencana banjir, kekeringan, longsor, kemiskinan, penurunan dan kerusakan sumberdaya alam. Permasalahan lingkungan dan bencana yang banyak terjadi tersebut timbul sebagai akibat ketidak imbangan interaksi antara lingkungan dengan aktifitas manusia. Interaksi lingkungan-manusia merupakan sebagian dari kajian geografi yang menggunakan pendekatan kelingkungan..Oleh sebab itu permasalahan lingkungan menjadi perhatian geograf, dan selain itu geografi sebagai ilmu yang berorientasi pada pemecahan masalah (problems solving). Permasalahan lingkungan yang terjadi saat sekarang dan masa depan bersifat kompleks, multi dimensi, saling kait mengkait, sehingga pemecahannya memerlukan pendekatan terpadu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam merespon permasalahan lingkungan yang multidimensi dan berskala lokal hingga global, Geografi dihadapkan pada dua permasalahan yang terkait disiplin ilmu geografi itu sendiri dan permasalahan kompetensi geograf sebagai pemangku ilmu geografi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1) Geografi yang bagaimanakah yang mampu memberikan kontribusi nyata untuk pengambilan kebijakan dalam memecahkan permasalahan lingkungan yang berdimensi lokal hingga global secara berkelanjutan?&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2)  Kompetensi apakah yang diperlukan bagi geograf di masa mendatang?&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pertanyaan pertama dimunculkan, karena ada tiga alasan penting yang terkait dengan geografi:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1) Geografi menghadapi tantangan untuk memberikan masukan dalam memecahkahn masalah yang multi dimensi dan kompleks yang memerlukan pendekatan antar bidang, apabila geografi tidak terpadu maka kontribusi geografisnya kurang lengkap, bahkan berisiko sebagian disiplin geografi menjadi bagian disiplin ilmu lain;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2)  Pembelajaran geografi harus utuh tidak terkotak-kotak secara tegas antara geografi fisik dan geografi manusia, karena masalah di sekeliling lingkungan kita semakin meningkat dan geograf harus mampu memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat, oleh karena itu geograf harus berbekal teori/konsep yang matang;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3) Riset fundamental dalam elemen inti geografi belum banyak dilakukan untuk menghasilkan teori dasar geografi yang dapat digunakan sebagai masukan dalam kebijakan pemerintah, jika geografi tidak mengembangkan geografi terpadu akan kehilangan kesempatan/kedudukan sebagai pemberi masukan sesuai bidang keilmuan geografi. Label dari geografi adalah ruang, tempat, lingkungan dan peta, yang tidak dimiliki oleh disiplin ilmu lain (Mathews et al, 2004).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam mengupas permasalahan pertama tersebut perlu didasari pemahaman tentang ruang lingkup Geografi, komponen inti kajian geografi. Pembahasan permasalahan kedua tentang kompetensi khususnya dalam bidang kajian geografi fisik, perlu didasari dengan metode penelitian geografi dan identifikasi dari permasalahan lingkungan yang terkait dengan obyek kajian Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2. RUANG LINGKUP KAJIAN GEOGRAFI&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Sebutan geografi sebagai ilmu pengetahuan cukup banyak, antara lain: i). Geografi sebagai ilmu holistik yang mempelajari fenomena di permukaan bumi secara utuh menyeluruh, ii) geografi adalah ilmu analitis dan sintesis, yang memadukan unsur lingkungan fisikal dengan unsur manusia dan iii). geografi adalah ilmu wilayah yang mempelajari sumberdaya wilayah secara komprehensif. Tiga sebutan geografi tersebut yang menjadi landasan untuk membahas kajian geografi yang mampu merespon permalasalahan lingkungan yang berdimensi lokal hingga global. Pertanyaan pemandu untuk mengetahui ruang lingkup kajian Geografi pada umumnya adalah:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1)  Apa (what),&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2)  Dimana (where),&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3)  Berapa (how long/how much),&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4)  Mengapa (why),&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5)  Bagaimana (how),&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6)  Kapan (when),&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7)  Siapa (who) (Widoyo Alfandi, 2001).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pertanyaan pemandu yang mencerminkan bahwa geografi itu adalah holistik, sintesis dan kewilayahan adalah sebagai berikut:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1)  Apa, dimana dan kapan (what, where and when), pertanyaan ini menuntun kita untuk mengetahui fenomena geografis dan distribusi spasialnya pada suatu wilayah, serta kapan terjadinya;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2) Bagaimana dan mengapa ( how and why), pertanyaan ini bersifat analitis untuk mengetahui sistem, proses, perilaku, ketergantungan, organisasi spasial dan interaksi antar komponen pembentuk geosfer;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3)  Apakah dampaknya (what is the impact), pertanyaan bersifat analistis, sintesis untuk mengevaluasi fenomena geografi yang mengalami perubahan baik oleh proses alam maupun oleh hasil interaksi antara manusia dengan lingkungan alamnya;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4) Bagaimana seharusnya (how ought to ), pertanyaan ini menjurus ke sintesis dan evaluasi untuk pemecahan permasalahan lingkungan suatu wilayah dan memberikan keputusan dalam pengelolaan sumberdaya dan lingkungan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pertanyaan pemandu pertama dalam geografi yang umum tersebut dapat digunakan untuk proses pembelajaran pada tingkat manapun dengan memperhatikan tingkat kedalaman atau kedetilannya. Pertanyaan pemandu yang kedua dapat ditujukan untuk jenjang pendidikan pada perguruan tinggi, dengan asumsi bahwa wawasan dan penalaran mahasiswa lebih mantap.&lt;/font&gt;


&lt;font class="fullpost"&gt;3. KONSEP GEOGRAFI&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Berikut ini disampaikan beberapa konsep geografi yang dapat dijadikan pegangan untuk menentukan kompetensi geograf.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1).  Geografi menduduki tempat yang jelas dalam dunia pendidikan, geografi menawarkan kajian terpadu dari hubungan timbal balik antara masyarakat manusia dengan komponen fisikal dari bumi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2). Disiplin geografi dicirikan oleh subyek material yang luas, yang secara tradisional terdiri dari dari geografi manusia dan geografi fisik.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3). Komponen pengetahuan alam dan sosial dalam geografi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, dan tidak ada disiplin ilmu lain yang memadukannya seperti yang dilakukan oleh geograf.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4). Geografi mempelajari interelasi dan interdependensi dari dunia nyata dari fenomena dan proses yang memberikan ciri khas pada suatu wilayah.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5). Obyek kajian geografi adalah geosfer yang terdiri dari atmosfer, litosfer, pedosfer, hidrosfer, biosfer dan antroposfer; masing-masing sfera tersebut saling terkait membentuk sistem alami.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6). Obyek kajian geografi tersebut juga menjadi kajian bidang ilmu lainnya, yang menjadi pembeda adalah pendekatan yang digunakan; pendekatan yang dimaksud adlah pendekatan spasial (keruangan), ekologikal dan kompleks wilayah.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7). Geografi mempelajari wilayah secara utuh menyeluruh tentang sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, sehingga mempunyai peran penting dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan dalam rangka otonomi daerah.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;8). Geografi mempelajari proses perubahan lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi, sehingga pelajaran geografi memberi bekal untuk tanggap terhadap isu-isu dan perubahan lokal, regional dan global.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;9). Peta merupakan salah alat utama dalam kajian geografi dan juga merupakan salah satu hasil utama dalam kajian geografi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;10).Perkembangan pesat dari ilmu dan teknik penginderaan jauh dan sistem informasigeografis sangat membantu dalam proses-belajar geografi dan penelitianpenelitian geografis.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4. GEOGRAFI SEBAGAI SATU DISIPLIN: GEOGRAFI TERPADU&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Setiap disiplin keilmuan normalnya memiliki satu bidang kajian tertentu, satu asosiasi kerangka teoritik dan pendekatan yang lazim digunakan untuk mengkaji dengan teknik yang sesuai, kesemuanya itu tidak hanya untuk pemahaman tetapi juga untuk penemuan pengetahuan baru dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia. Bagi geografi bidang kajiannya banyak, yang mempunyai metode dan teknik yang berbeda, sehingga tidak mudah untuk mendudukan geografi sebagai satu disiplin. Misalnya geografi fisik yang obyeknya kajiannya atmosfer, litosfer dan hidrosfer, masing-masing mempunyai kerangka teoritik dan pendekatan yang berbeda, demikian juga halnya dengan geografi manusia yang obyeknya: kependudukan, sosial, ekonomi, budaya dan politik. Bagi geografi dimasukkan ke dalam cross-disciplinary link, mirip munculnya sain terpadu, seperi Sain Sistem Bumi ( Earth System Science) dan Sain Keberlanjutan (Sustainability Science), dan bagi geografi subyek kajiannya adalah lingkungan fisikal dan manusia, dengan menggunakan teori dan metodologinya kompleksitas dari unsur muka bumi (Mathews et al,2004).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Kesulitan untuk mendudukan/memposisikan geografi sebagai satu disiplin ilmu, maka ada baiknya apabila geografi itu hanya satu, tidak terpisah-pisah menjadi geografi manusia dan geografi fisik. Geografi yang satu (unifying geography) mempunyai banyak keunggulan dalam berperan ke masa depan, dengan asumsi permasalahan di masa depan sifatnya kompleks dan multi dimensi, yang pemecahannya memerlukan pendekatan terpadu dan holistik. Dalam geografi terpadu tidak berarti kekhususan (spesialisasi) akan hilang, tetapi tetap ada hanya dilandasi oleh konsep geografi yang satu. Bagi spesialisasi geografi fisik, fokus kajian pada komponen lingkungan fisik tetapi harus mengkaitkannya dengan aspek sosial; spesialisasi dalam geografi manusia geografi fisik sebagai latar belakang, sedang yang spesialisasi dalam geografi yang satu fokusnya adalah pemecahan masalah dengan pendekatan geografis secara utuh.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Alasan Untuk Menjadi Geografi Terpadu&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1)  Satuan (unit) yang lebih besar akan membawa keuntungan yang berarti, akan dan memberikan arah yang jelas dalam pengetahuan dan pemahaman; fokus yang besar dan menyatu dalam Geografi akan memerkuat identitas Geografi dan dapat memberikan masukan dalam kebijakan pembangunan;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2)  Satuan (unit) yang lebih besar memberikan makna yang lebih besar bagi mahasiswa dalam, disiplin geografi yang terpisah-pisah tidak menyatu akan membingungkan dalam penyusunan kurikulum. Pada hal geografi menempati posisi tempat yang menonjol dalam mempelajari dunia, yang menawarkan kajian terpadu terhadap hubungan timbalbalik antara manusia dan lingkungan alamnya, sehingga kalau tidak menjadi satu kesatuan maka tidak akan lengkap kajiannya. Satuan yang lebih besar dapat memberikan prioritas dalam pengajaran dan penelitian, yang kesemuannya itu untuk mempromosisikan geografi agar lebih berperan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3)  Satuan yang lebih besar dapat menunjukkan kepada masyarakat tentang kemampuan akademiknya untuk memberikan kontribusi nyata dalam menentukan kebijakan dan memperbaiki pemahaman umum tentang Geografi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5. KOMPONEN INTI GEOGRAFI&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Untuk menuju geografi terpadu (unifying geography) perlu ditegaskan komponen inti Geografi. Matthews, et al., (2004) mengusulkan empat komponen inti Geografi : ruang (space), tempat (place), lingkungan (environment) dan peta (maps).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Ruang menjadi satu konsep dalam inti geografi, yang dapat dipandang sebagai pendekatan spasial-korologikal untuk Geografi. Ruang juga mendominasi Geografi setiap waktu, ketika analisis spatial menjadi satu pendeskripsi untuk satu bentuk dari pekerjaan geografis. Pola spasial umumnya menjadi titik awal untuk kajian geografis; yang selanjutnya dapat dilacak proses perubahan secara spasial dan sistem spasial.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Tempat merupakan komponen kedua dalam inti geografi. Tempat terkait dengan kosep teritorial dalam Geografi dan menunjukkan karakteristik, kemelimpahan dan batas. Tempat merupakan bagian dari dunia nyata tempat manusia bertem dan dapat dikenali, dinterpretasi dan dikelola. Dalam ahli geografi manusia tempat merupakan refleksi dari identitas idividu maupun kelompok; sedang bagi ahli geografi fisik tempat tempat merupakan refleksi dari perbedaan lingkungan biofisik.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Lingkungan merupakan komponen inti Geografi ketiga yang mencakup lingkungan alami (topografi, iklim, air, biota, tanah) dan sebagai komponen inti yang memadukan dengan komponen geografi lainnya. Lingkungan menjadi interface antara lingkungan alam dan budaya, lahan dan kehidupan, penduduk dan lingkungan biofisikalnya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Peta sebagai komponen inti Geografi keempat lebih merupakan bentuk representasi, tehnik dan metodologi dari pada sebagai satu konsep atau teori. Peta dipandang sebagai pernyerhanaan perpektif spasial dari fenomena/peristiwa yang dikaji dalam Geografi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Ruang, tempat, lingkungan dan peta menjadi label dari Geografi. Komponen tersebut mempunyai kedudukan yang sama dalam kajian Geografi, baik dalam kajian Geografi Fisik maupun Geografi Manusia. Demikian juga dapat menjadi dasar konsep untuk disiplin Geografi secara utuh.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Komponen inti Geografi tersebut bersifat dinamik, dalam arti dapat terjadi perubahan, yang tergantung karakteristik lingkungan, proses yang berlangsung dan waktu. Oleh sebab itu perlu ada dimensi kualifikasi dari komponen inti geografi tersebut. Dimensi yang dimaksud adalah waktu, proses, keterbukaan dan skala. Sebagai contoh tempat yang terletak di pegunungan yang semula subur menjadi lahan kritis dalam waktu 10 tahun, karena proses erosi dan longsor karena daerahnya terbuka akibat pembalakan hutan di atasnya, yang luasnya melebihi 70%. Komponen inti geografi dan dimensi kualifikasinya&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;6. SPESIALISASI DALAM GEOGRAFI TERPADU&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Setelah dibahas alasan untuk menjadi geografi terpadu dan komponen esensial inti geografi, kemudian timbul masalah yang terkait dengan spesialisasi dalam geografi terpadu. Spesialisasi dalam geografi tetap dapat eksis , baik spesialisasi dalam intinya maupun periperinya, sedangkan yang berada di luar periperi merupakan disiplin antar bidang yang relatif sedikit berbasis pada inti geografinya&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi terpadu, geografi fisik dan geografi manusia, dan spesialisasi geografi dalam hubungannya dengan bidang Geografi periperi dan antar bidang. Sumber Mattews et al., 2004.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;spesialisasi dalam Geografi dapat dibedakan menjadi : spesialisasi geografi secara utuh, dalam geografi fisik dan geografi manusia dengan kadar inti geografi relatif lebih sedikit dan spesialisasi antar bidang dengan basis inti geografi lebih kecil lagi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;7. KOMPETENSI DALAM BIDANG GEOGRAFI FISIK&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Seseorang yang belajar geografi kompetensi yang dimiliki akan sejalan dengan jenjang pendidikan yang diikuti. Kompetensi ideal bagi orang yang mempelajari geografi tercapai apabila yang bersangkutan belajar hingga perguruan tinggi atau telah menjadi geograf. Berikut ini disampaikan kompetensi ideal bagi orang yang mempelajari geografi hingga perguruan tinggi, namun demikian sebagian dari kompetensi tersebut dapat juga dimiliki oleh orang yang hanya mempelajari geografi dalam jenjang pendidikan tertentu saja (Sutikno, 2002).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Kompetensi Dalam Pengertian dan Pemahaman&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Setelah mempelajari geografi seseorang diharapkan memperoleh pengertian dan pemahaman sebagai berikut:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1).    Hubungan timbal balik antara aspek fisik dan manusia dari lingkungan dan bentanglahan;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2).    Konsep variasi spasial;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3).    Perbedaan utama dari wilayah /daerah tertentu yang selalu mengalami perubahan akibat proses: fisik, lingkungan, biotik, sosial, ekonomi dan budaya;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4).    Konsepsualisasi terhadap pola, proses, interaksi dan perubahan lingkungan, sebagai suatu sistem dengan skala yang bervariasi;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5).    Kekritisan terhadap aspek spasial dan temporal dari proses-proses fisikal, manusia dan interaksinya;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6).    Perubahan yang terus terjadi pada komponen lingkungan fisik dan manusia, termasuk interaksi dan interdependensinya;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7).    Perbedaan menurut ruang, tempat dan waktu dalam masyarakat manusia;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;8).    Sifat dari disiplin ilmu itu dinamik, prural dan bersaing;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;9).    Cara representasi data geografi: aspek fisik maupun aspek manusianya;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;10).Strategi dalam analisis dan interpretasi informasi geografis;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;11).Metode penelitan geografis: observasi, survai, pengukuran lapangan, analisis laboratorium, analisis kuantitatif dan kualitatif;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;12).Aplikasi konsep dan teknik geografi untuk pemecahan masalah, kesejahteraan manusia, perbaikan lingkungan hidup, perencanaan perkotaan, kebencanaan alam, keberlanjutan dan konservasi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Kompetensi Dalam Keahlian/Ketrampilan Praktis&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pendidikan geografi dapat memberikan keahlian praktis dalam bidang/hal berikut:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1).    Mampu melakukan perencanaan, perancangan dan pelaksanaan riset, termasuk penyusunan laporan akhir;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2).    Mampu melaksanakan kerja lapangan yang efektif, dalam konteks keamanan dan keselamatan;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3).    Mampu melakukan kerja laboratoris dengan aman dengan memperhatikan prosedur baku;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4).    Mampu melaksanakan survai dan metode penelitian untuk pengumpulan, analisis dan pemahaman informasi aspek manusia;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5).    Mampu melakasanakan variasi teknik dan metode analisis laboratorium untuk pengumpulan dan analisis data spasial dan informasi lingkungan;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6).    Mampu mengkombinasikan dan menginterpretasikan kejadian geografis yang berbeda tipenya;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7).    Mampu mengenali isu-isu moral dan etika yang diperdebatkan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Kompetensi Dalam Keahlian/Ketrampilan Kunci ( Key Skills)&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Siswa /mahasiswa geografi harus mengembangkan kemampuan sebagai berikut:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1).    Belajar dan mengkaji,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2).    Komunikasi tertulis,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3).    Presentasi data geografis,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4).    Penilaian dan perhitungan,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5).    Kesadaran spasial dan observasi,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6).    Keja lapangan dan laboratoris,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7).    Tehnologi informasi,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;8).    Penanganan dan penyimpanan data/informasi,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;9).    Situasi personal, kerja sama&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Uraian tersebut menujukkan bahwa pembelajaran geografi penuh dengan kandungan kompetensi khususnya dalam aspek spasial, lingkungan dan kewilayahan dari sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya binaan. Kompetensi yang disebutkan di atas kurang spesifik dalam artian praktis atau terapannya, berikut ini disampaikan kompetensi Geografi Fisik yang lebih aplikatif antara lain:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1).    Survey komponen lingkungan fisikal: cuaca, iklim, geomorfologi, tanah, hidrologi dan biogeografi;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2).    Inventarisasi dan evaluasi potensi sumberdaya alam;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3).    Mitigasi dan evaluasi bahaya dan bencana alam;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4).    Evaluasi risiko bahaya/bencana alam;&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5).    Penataan ruang dari aspek fisikalnya&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6).    Pengeolaan sumberdaya alam,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7).    Konservasi sumberdaya alam,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;8).    Penilaian degradasi lingkungan,&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;9).  Pengelolaan daaerah aliran sungai.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt; &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;8. PENUTUP&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1).    Geografi terpadu lebih sesuai untuk dikembangkan di Indonesia ke depan, mengingat kondisi lingkungan alamnya sangat bervariasi dan berpenduduk padat dengan banyak etnik, sehingga banyak permasalahan lingkungan yang perlu penanganan secara terpadu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2).    Geografi sebagai disiplin ilmu perlu label komponen inti Geografi, yang terdiri dari ruang, tempat, lingkungan dan peta, dengan dimensi kualifikasi waktu, proses, keterbukaan dan skala.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3).    Dalam geografi terpadu spesialisasi tetap eksis, yang meliputi spesialisasi inti, periperi dan antar bidang; baik dalam bidang kajian geografi manusia maupun geografi fisik.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;REFERENSI&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Bintarto, 1981. Suatu Tijauan Filsafat Geografi. Seminar Peningkatan Relevansi Metode&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Penelitian Geografi. Fakultas Geogari UGM. Yogyakarta 24 Oktober 1981.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Matthews J. A; D. T. Herbert. 2004. Unifying Geography. Common heritage, share future.London: Routlege. Taylor&amp;amp;Francis Group.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Widoyo Alfandi. 2001. Epistemologi Geografi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Sutikno. 2002. Peran Geografi dalam Pemberdayaan Sumberdaya Wilayah. Makalah dipresentasikan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Kongres Ikatan Geograf Indonesia di UPI Bandung tanggal 28-29 Oktober 2002.&lt;/font&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-3106109460870679775?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/3106109460870679775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=3106109460870679775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/3106109460870679775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/3106109460870679775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/04/geografi-dan-kompetensinya-dalam-kajian.html' title='Geografi Dan Kompetensinya Dalam Kajian Geografi Fisik'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-8529604394917251633</id><published>2011-04-08T22:16:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T16:14:59.260-07:00</updated><title type='text'>Geografi  Lingkungan  Dalam  Ruang  Lingkup Geografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;1. Pengertian Geografi dan Geografi Lingkungan&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Sebelum mendefinisikan geografi lingkungan (environmental geography), sangat berguna untuk memandang terlebih dulu konsep geografi secara umum. Salah satu kesalahan konsep yang umum terjadi adalah memandang geografi sebagai studi yang sederhana tentang nama-nama suatu tempat. Implikasi dari pemahaman seperti itu menyebakan terjadinya reduksi terhadap hakekat geografi. Geografi menjadi pengetahuan untuk menghafalkan tempat-tempat dimuka bumi, sehingga bidang ini menjadi kurang bermakna untuk kehidupan. Geografi sering juga dipandanng identik dengan kartografi atau membuat peta. Dalam prakteknya sering terjadi para geograf sangat trampil dalam membaca dan memahami peta, tetapi tidak tepat jika kegiatan membuat peta sebagai profesinya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Kata geografi berasal dari geo=bumi, dan graphein=mencitra. Ungkapan itu pertama kali disitir oleh Eratosthenes yang mengemukakan kata “geografika”. Kata itu berakar dari geo=bumi dan graphika=lukisan atau tulisan. Jadi kata geographika dalam bahasa Yunani, berarti lukisan tentang bumi atau tulisan tentang bumi. Istilah geografi juga dikenal dalam berbagai bahasa, seperti geography (Inggris), geographie (Prancis), die geographie/die erdkunde (Jerman), geografie/ aardrijkskunde (Belanda) dan geographike (Yunani).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Bertahun-tahun manusia telah berusaha untuk mengenali lingkungan di permukaan bumi. Pengenalan itu diawali dengan mengunjungi tempat-tempat secara langsung di muka bumi, dan berikutnya menggunakan peralatan dan teknologi yang makin maju. Sejalan dengan pengenalan itu pemikiran manusia tentang lingkungan terus berkembang, pengertian geografi juga mengalami perubahan dan perkembangan. Pengertian geografi bukan sekedar tulisan tentang bumi, tetapi telah menjadi ilmu pengetahuan tersendiri disamping bidang ilmu pengetahuan lainnya. Geografi telah berkembang dari bentuk cerita tentang suatu wilayah dengan penduduknya menjadi bidang ilmu pengetahuan yan memiliki obyek studi, metode, prinsip, dan konsep-konsep sendiri sehingga mendapat tempat ditengah-tengah ilmu lainnya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Berkaitan dengan kemajuan itu, konsep geografi juga mengalami perkembangan. Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Bintarto (1977) mengemukakan, bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitra, menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk serta mempelajari corak khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur bumi dalam ruang dan waktu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Hasil semlok peningkatan kualitas pengajaran geografi di Semarang (1988) merumuskan, bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;James mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaiatan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Berdasarkan telaah terhadap konsep tersebut penulis berpendapat, bahwa geografi merupakan studi yang mempelajari fenomena alam dan manusia dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Dalam pengertian itu beberapa aspek yang esensial, yaitu (1) adanya hubungan timbal balik antara unsur alam dan manusia (reciprocal). (2) Hubungan itu dapat bersifat interelatif, interaktif, dan intergratif sesuai dengan konteksnya. (3) cara memadang hubungan itu berisifat keruangan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Berdasarkan konsep tersebut, studi Geografi bekaitan dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;    * Where is it?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * Why is it there?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    * So what?&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam kata yang lain, Geografi mempelajari penyebaran keruangan dari sesuatu (bahasa, kegiatan ekonomi, pencemaran, rote transportasi, tanah, iklim, dan dan fenomena lainnya) untuk menemukan mengapa fenomena itu menyebar sebagaimana adanya. Geografi selanjutnya mencoba untuk menggambarkan terjadinya distribusi itu, dan dengan pemahaman itu dapat mengusulkan pemecahan masalah yang terjadi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Preston James mencoba untuk memecahkan pertanyaan apakah geografi dengan memberikan batasan geografi menjadi empat tradisi utama, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. The spatial tradition&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Geographers have long been concerned with mapping and the spatial arrangement of things. Some geographers were developing statistical methods to improve both the description and analysis of such spatial patterns (James). Because this trend was not without its critics, the James article is often seen as a fence-mending effort within the discipline.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. The area studies tradition&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Geographers such as Reclus and Humboldt were famous for their exhaustive descriptions of places. Even today, many geographers develop an expertise in the study of one or two regions. Typically, geographers will learn the language or langauges spoken in the region being studied and they will develop an understanding of both the natural physical features and of the human activities and patterns. The goal is to become an expert on the region as it is and to study specific problems or questions about the region.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. The man-land tradition&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Beginning with George Perkins Marsh in the middle of the nineteenth century, geographers have sought to understand how the natural environment either determines or constrains human behavior and how humans, in turn, modify the physical world around them. Given the inherent sexism of this title, most geographers would now use the term "human-environment" to describe this tradition.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   4. The Earth sciences tradition&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Many geography programs in the United States emerged from geology departments, and the connection between the disciplines remains strong. Most geographers -- even if they focus on human geography -- receive some training in such physical geography areas landforms, climate, soils, and the distribution of plants.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Keberadaan geografi lingkungan tak terlepas dari masalah lingkungan, khsususnya hubungan antara pertumbuhan penduduk, konsumsi sumberdaya, dan peningkatan intensitas masalah akibat ekploitasi sumberdaya yang berlebihan. Geografi lingkungan dapat memberikan kombinasi yang kuat perangkat konseptual untuk memahami masalah lingkungan yang kompleks.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi lingkungan cenderung pada geografi manusia atau intergrasi geografi manusia dan fisik dalam memahami perubahan lingkungan global. Geografi lingkungan menggunakan pendekatan holistik. Geografi lingkungan melibatkan beberapa aspek hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Untuk memahami masalah-masalah lingkungan tidak mungkin tanpa pemahaman proses ekonomi, budaya, demografi yang mengarah pada konsumsi sumberdaya yang meningkat dan generasi yang merosot. Kebanyakan proses tersebut kompleks dan tranasional. Solusi potensial hanya dengan memahami fungsi siklus biokimia (sirkulasi air, karbon, nitrogen, dan sebagainya) dan juga teknologi yang digunakan manusia untuk campur tangan pada siklus itu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Atas dasar perspektif tersebut, dapat disarkan bahwa geografi lingkungan merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari lokasi dan variasi keruangan fenomena alam (fisis) maupun manusia di permukaan bumi. (Environmental geography is the scientific study ot the location and spatial variation in both physical and human phenomena of Earth) (James Hayes-Bohanan). &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;2. Obyek Geografi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Setiap disiplin ilmu memilki obyek yang menjadi bidang kajiannya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Obyek bidang ilmu tersebut berupa obyek matrial dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi materi yang dikaji, sedangkan obyek formal berkaitan dengan pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Pada obyek material, antara bidang ilmu yang satu dengan bidang ilmu yang lain dapat memiliki substansi obyek yang sama atau hampir sama.Obyek material ilmu geografi adalah fenomena geosfer, yang meliputi litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Obyek materal itu juga menjadi bidang kajian bagi disiplin ilmu lain, seperti geologi, hidrologi, biologi, fisika, kimia, dan disiplin ilmu lain. Sebagai contoh obyek material tanah atau batuan. Obyek itu juga menjadi bidang kajian bagi geologi, agronomi, fisika, dan kimia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Oleh karena itu untuk membedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu yang lain dapat dilakukan dengan menelaah obyek formalnya. Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam memahami obyek material. Dalam konteks itu geografi memilki pendekatan spesifik yang membedakan dengan ilmu-ilmu lain. Pendekatan spesifik itu dikenal dengan pendekatan keruangan (spatial approach). Selain pendekatan keruangan tersebut dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan kelingkungan (ecological approach), dan pendekatan kompleks wilayah (regional complex approach). &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;3. Prinsip Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. Prinsip Penyebaran&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Dalam prinsip ini fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak merata. Fenomena sumber air tentu tidak dijumpai di semua tempat. Demikian pula permasalahan pencemaran air juga tidak dijumpai disemua sungai atau laut.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. Prinsip Interelasi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Keterkaitan itu dapat terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain, atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia. Fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir terjadi karena kerusakan hutan di bagian hulu. Kerusakan hutan alam itu dapat terjadi karena perilaku menusia. Perilaku manusia yang demikian terjadi karena kesadaran terhadap fungsi hutan yang rendah.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. Prinsip Deskripsi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaiatan. Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, diagram, dll.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   4. Prinsip Korologi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;4. Konsep Esensial Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Konsep merupakan pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Konsep esensial suatu bidang ilmu merupakan pengertian-pengertian untuk mengungkapan atau menggambaran corak abstrak fenomena esensial dari obyek material bidang kajian suatu ilmu. Oleh karena itu konsep dasar merupakan elemen yang penting dalam memahami fenomena yang terjadi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam geografi dikenali sejumlah konsep esensial sebagai berikut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Whiple ada lima konsep esensial, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. bumi sebagai planet&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. variasi cara hidup&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. variasi wilayah alamiah&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   4. makna wilayah bagi manusia&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   5. pentingnya lokasi dalam memahami peristiwa dunia&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam mengungkapkan konsep geografi itu harus selalu dihubungkan dengan penyebarannya, relasinya, fungsinya, bentuknya, proses terjadinya, dan lain-lain sebagainya. Sebagai contoh ungkapan konsep “variasi cara hidup” setidaknya harus terabstraksikan mata pencaharian penduduk, proses terbentuknya mata pencaharian itu, penyebaran mata pencaharian itu, jumlah penduduk yang bekerja pada masing-masing mata pencaharian itu, dan dinamika mata pencaharian itu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut J Warman ada lima belas konsep esensial, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. wilayah atau regional&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. lapisan hidup atau biosfer&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. manusia sebagai faktor ekologi dominan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   4. globalisme atau bumi sebagai planet&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   5. interaksi keruangan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   6. hubungan areal&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   7. persamaan areal&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   8. perbedaan areal&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   9. keunikan areal&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;  10. persebaran areal&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;  11. lokasi relatif&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;  12. keunggulan komparatif&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;  13. perubahan yang terus menerus&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;  14. sumberdaya dibatasi secara budaya&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;  15. bumi bundar diatas kertas yang datar atau peta&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dengan menggunakan konsep-konsep tersebut dapat diungkapkan berbagai gejala dan berbagai masalah yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Penggunaan konsep itu akan memudahkan pemahaman terhadap sebab akibat, hubungan, fungsi, proses terjadinya gejala dan masalah sehari-hari. Selanjutnya dari kenyataan itu dikembangkan menjadi satu abstraksi, disusun model-model atau teori berkaitan dengan gejala, masalah dan fakta yang dihadapi. Jika ada satu masalah dapat dicoba disusun model alternatif pemecahannya. Sedangkan jika yang dihadapi suatu kenyaan kehidupan yang perlu ditingkatkan tarapnya, maka dapat disusun model dan pola pengembangan kehidupan itu. Dari berbagai konsep itu dapat disusun suatu kaidah yang tingkatnya tinggi dan berlaku secara umum yang disebut generalisasi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;5. Ruang Lingkup Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala alam. Dalam studi itu dilakukan analisis persebaran-interelasi-interaksi fenomena atau masalah dalam suatu ruang.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Rhoad Murphey ruang lingkup geografi sebagai berikut. (1) distribusi dan hubungan timbal balik antara manusia di permukaan bumi dengan aspek-aspek keruangan permukiman penduduk dan kegunaan dari bumi. (2) hubungan timbal balik antara masyarakat dengan lingkungan fisiknya sebagai bagian studi perbedaan area. (3) kerangka kerja regional dan analisis wilayah secara spesifik.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Berdasarkan uraian tersebut terlihat, bahwa ruang lingkup geografi tidak terlepas dari aspek alamiah dan aspek insaniah yang menjadi obyek studinya. Aspek itu diungkapkan dalam satu ruang berdasarkan prinsip-prinsip penyebarannya, relasinya, dan korologinya. Selanjutnya prinsip relasi diterapkan untuk menganalisis hubungan antara masyarakat manusia dengan lingkungan alamnya yang dapat mengungkapkan perbedaan arealnya, dan penyebaran dalam ruang. Akhirnya prinsip, penyebaran, dan korologi pada studi geografi dapat mengungkapkan karakteristik suatu wilayah yang berbeda dengan wilayah lainnya sehingga terungkap adanya region-region yang berbeda satu sama lain.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Untuk mengunkanpan fenomena atau permasalahan yang terjadi digunakan pertanyaan-pertanyaan geografi. Untuk pertanyaan what? Geografi dapat menunjukkan fenomena apa yang terjadi? Untuk pertanyaan when, geografi dapat menunjukkan kapan peristiwa itu terjadi. Untuk pertanyaan where? Geografi dapat menunjukkan lokasi terjadinya peristiwa. Untuk pertanyaan why? Geografi dapat menunjukkan relasi-interelasi-interaksi-integrasi gejala-gejala itu sebagai faktor yang tidak terlepas satu sama lain. Untuk pertanyaan how? Geografi dapat menunjukkan kualaitas dan kuantitas gejala dan interelasi/interaksi gejala-gejala tadi dalam ruang yang bersangkutan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;6. Hakekat Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Untuk mendapat konsep yang lebih mendalam dalam uraian berikut akan dibahas hakekat geografi. Menurut Karl Ritter bahwa geografi mempelajari bumi sebagai tempat tinggal manusia. Dalam konsep itu, sebagai tempat tinggal manusia berkenaan dengan ruang yang memiliki struktur, pola, dan proses yang terbentuk oleh aktivitas manusia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Selain itu konsep “tempat tinggal manusia” tidak hanya terbatas pada permukaan bumi yang ditempati oleh manusia, tetapi juga wilayah-wilayah permukaan bumi yang tidak dihuni oleh manusia sepanjang tempat itu penting artinya bagi kehidupan manusia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Bertitik tolak pada pemikiran itu studi geografi meluputi segala fenomena yang terdapat dipermukaan bumi, baik alam organik maupun alam anorganik yang ada hubungannya dengan kehidupan manusia. gejala organik dan anorganik itu dianalisis peyebarannya, perkembangannya, interelasinya, dan interaksinya.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Sebagai suatu bidang ilmu, geografi selalu melihat fenomena dalam konteks ruang secara keseluruhan. Gejala dalam ruang diperhatikan secara seksama. Perhatian itu dilakukan dengan selalu mengkaji faktor alam dan faktor manusia, dan keterkaitan keduanya yang membentuk integrasi keruangan di wilayah yang bersangkutan. Gejala – interelasi- interaksi – integrasi keruangan menjadi hakekat kerangka kerja utama geografi. Kerangka analisisnya selalu menggunakan pertanyaan geografi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;7. Klasifikasi dan Cabang-Cabang Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Disiplin ilmu geografi memiliki cakupan obyek yang luas. Obyek itu mencakup fenomena alam dan manusia, dan keterkaitan antar keduanya.Untuk mempelajari obyek yang demikian luas tumbuh cabang-cabang geografi yang dapat memberikan analisis secara mendalam terhadap obyek yang dipelajarinya. Cabang-cabang ilmu geografi dapat dirinci sebagai berikut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Huntington, geografi terbagi empat cabang, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. Geografi Fisik yang mempelajari faktor fisik alam&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. Pitogeografi yang mempelajari tanaman&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. Zoogeografi yang mempelajarai hewan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   4. Antropogeografi yang mempelajari manusia.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Muller dan Rinner, cabang-cabang geografi terdiri atas:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. Geografi Fisik yang terdari atas geografi matematika, geografi tanah dan hidrologi, klimatologi, geografi mineral dan sumberdaya, geografi tanaman, dan geografi tata guna lahan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. Geografi Manusia meliputi geografi budaya (geografi penduduk, geografi sosial, dan geografi kota), Geografi ekonomi (geografi pertanian, geografi transportasi dan komunikasi) geografi politik&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. Geografi regional&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Menurut Hagget, cabang geografi dapat diuraikan sebagai berikut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Oleh karena itu keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan dengan mansuia.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. Geografi Manusia&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;         1. Geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya keruangan manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan geografi sosial.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;         2. Geografi penduduk merupakan cabang geografi manusia yang obyek studinya keruangan penduduk. Obyek studi ini meliputi penyebaran, densitas, perbandingan jenis kelamin penduduk dari suatu wilayah.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;         3. Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang pertanian, industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan sebagainya. Dalam analisisnya, faktor lingkungan alam ditinjau sebagai faktor pendukung dan penghambat struktur aktivitas ekonomi penduduk. Geografi ekonomi mencakup geografi pertanian, geografi industri, geografi perdagangan, geografi transportasi dan komunikasi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;         4. Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi. Dalam geografi politik, lingkungan geografi dijadikan sebagain dasar perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian geografi politik relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional, dan internasional.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;         5. Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya berkaitan dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan bumi. Aspek yang dibahas adalah kapan suatu wilayah dihuni manusia, bagaimana bentuk permukimannya, faktor apa yang mempengaruhi perkembangan dan pola permukiman.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. Geografi Regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek manusia dan aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi, interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang tertentu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam pengkajian gejala dan masalah geografi harus selalu terpadu. Walaupun geografi fisik mengkaji aspek fisik, tetapi selalu mengkaitkannya dengan aspek manusia dalam suatu “ruang”. Sebaliknya geografi manusia selalu mengkaitkan dirinya dengan aspek-aspek fisik geografi. Geografi akan kehilangan “jati dirinya” jika tidak terjadi konsep keterpaduan.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam tataran sistematika tersebut, geografi lingkungan merupakan bagian dari geografi regional. Karena, dalam perspektif bidang ini memberi tekanan pada hubungan antara manusia dengan lingkungannya sehingga terlihat karakteristk lingkungan di wilayah tersebut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;8. Pendekatan-Pendekatan Geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi merupakan pengetahuan yang mempelajarai fenomena geosfer dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Berdasarkan definisi geografi tersebut ada dua hal penting yang perlu dipahami, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. obyek studi geografi (Obyek studi geografi adalah fenomena geosfere yang meliputi litosfere, hidrosfera, biosfera, atmosfera, dan antrophosfera), dan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. pendekatan geografi&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Mendasarkan pada obyek material ini, geografi belum dapat menunjukan jati dirinya. Sebab, disiplin ilmu lain juga memiliki obyek yang sama. Perbedaan geografi dengan disiplin ilmu lain terletak pada pendekatannya. Sejalan dengan hal itu Hagget (1983) mengemukakan tiga pendekatan, yaitu:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;   1. pendekatan keruangan,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   2. pendekatan kelingkungan, dan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   3. pendekatan kompleks wilayah&lt;/font&gt;

&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-8529604394917251633?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/8529604394917251633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=8529604394917251633&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/8529604394917251633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/8529604394917251633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/04/geografi-lingkungan-dalam-ruang-lingkup.html' title='Geografi  Lingkungan  Dalam  Ruang  Lingkup Geografi'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-8657627187785265622</id><published>2011-04-08T22:11:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T16:14:59.261-07:00</updated><title type='text'>Pengertian Geografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Pengertian Geografi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Eratosthenes pada tahun   200 SM   geografi adalah &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Ilmu pengetahuan yang melukiskan dan menggambarkan tentang keadaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Alexandria, Claudius Ptolomeus pada abad ke 2 SM  geografi adalah &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Suatu penyajian sebagian dan atau seluruh permukaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pada awal abad ke 18 perkembangan geografi diwarnai oleh aliran fisik Determinisme yaitu mempercayai bahwa alam sangat menentukan kehidupan manusia. Tokohnya antara lain Karl Ritther, Friederich Ratzel dan Elsworth Huntington.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Karl Ritther mengemukakan bahwa geografi merupakan suatu telaah mengenai bumi sebagai tempat tinggal manusia. &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Pada tahun 1800 Paul Vidal de la Blache yang membawa aliran  Posibilisme yaitu bahwa  manusia memiliki peluang besar untuk menentukan pola kehidupannya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Preston E james geografi merupakan induk dari ilmu pengetahuan,karena banyak ilmu pengetahuan yang dikaji selalu dimulai dari keadaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Prof. Bintarto  geografi adalah  ilmu pengetahuan yang menguraikan ,menerangkan sifat – sifat bumi, menganalisis gejala – gejala alam dan penduduk serta mempelajari ciri khas mengenai bumi dalam ruang dan waktu.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Ullman geografi adalah interaksi antar ruang ,dalam bukunya Geography a spatial Interaction&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Hasil seminar dan Loka karya Ikatan Geografi Indonesia ( Semlok IGI ) di Semarang th 1988&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai geografi tetapi semua ahli geografi sepakat adanya &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;           elemen – elemen yang sama sebagai berikut . &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;a. geografi termasuk ilmu pengetahuan bumi ( earth science ) dengan obyek permukaan bumi sebagai lingkungan hidup manusia dan lingkungan tempat manusia dapat mengubah dan membangun.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;b. Geografi memperhatikan persebaran manusia dalam ruang dan hubungan menusia dengan lingkungannya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;c. Dalam geografi terdapat unsur – unsur utama antara lain jarak, interaksi, gerakan, dan persebaran .     &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Konsep  Esensial Geografi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Konsep esensial  : suatu bidang ilmu merupakan pengertian – pengertian untuk mengungkapkan atau menggambarkan corak abstrak fenomena esensial dari obyek material bidang kajian suatu ilmu.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam Geografi dikenali sejumlah konsep esensial.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Berbagai gejala dan masalah yang terjadi di lingkungan sekitar kita dapat diungkapkan dengan  menggunakan konsep – konsep esensial geografi.  &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Penggunaan konsep itu akan memudahkan pemahaman kita terhadap sebab akibat , hubungan,fungsi &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;proses terjadinya gejala dan masalah sehari – hari.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Di Indonesia mengenal  10 konsep esensial geografi  yaitu   :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Konsep Lokasi :merupakan konsep utama dalam menjawab pertanyaan dimana ( WHERE )&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Lokasi absolut yaitu letak yg tetap terhadap sistem jaring/ koordinat  ( letak astronomi ) &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Lokasi relatif yaitu lokasi yg dipengaruhi daerah sekitarnya ( letak geografi )&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Konsep Jarak    : konsep yg berkaiatan dengan kehidupan sosial,ekonomidan pertahanan .&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Jarak absolut yaitu jarak sesungguhnya yg ditarik lurus antar dua titik.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Jarak relatif  yaitu jarak yg didasarkan atas pertimbangan waktu,kemudahan transportasi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;               3.   Konsep keterjangkauan  ( accessibility ) merupkan konsep yg berkaitan dengan kemudahan    &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                     saran dan prasarana .Aksesibilitas dapat dipengaruhi budaya disuatu tempat  ( adat istiadat, &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                     sikap masyarakatnya )contohnya transportasi, komunikasi .&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4.    Konsep Pola : dititikberatkan pada pola keruangan baik alami maupun sosial budaya&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;5.    Konsep Morfologi : menjelaskan bentuk – bentuk rupa bumi &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;6. Konsep aglomerasi :*  konsep yg berusaha mengungkapkan kecenderungan persebaran gejala geografi yg mengelompok pada suatu tempat ( sekolah, rumah sakit, Mol,pasar ) &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                    Difinisi aglomerasi yaitu gabungan,kumpulan dua /lebih pusat kegiatan dalam satu lokasi      &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                     /kawasan tertentu ( kawasan industri, pemukiman, perdagangan dll ). &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; * Percampuran penduduk dengan latar belakang  yang berbeda.  &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;7. Konsep Nilai Kegunaan : Nilai suatu tempat mempunyai nilai guna yg berbeda dilihat dari fungsinya.Jadi nilai guna bersifat relatif contohnya  : Daerah dataran banjir sebagai lokasi pemukiman memiliki nilai kegunaan yg rendah tapi bagi penjual jasa grobag punya nilai guna yg tinggi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;8. Konsep interaksi dan interdepensi  : konsep yg berkaitan dengan hubungan saling ketergantungan antar dua tempat. Contoh desa dan kota , berita  ( informasi melalui media massa )&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;9. Konsep diferensiasi area : konsep yg mengintegrasikan fenomena menjadi suatu tempat /wilayah mempunyai corak tersendiri sebagai region. Contoh : perumahan padat, sedang , jarang&lt;/font&gt;


&lt;font class="fullpost"&gt;10. Konsep keterkaitan keruangan : konsep yg menunjukkan derajat keterkaitan antar wilayah ,baik alam maupun sosial.  contoh tanaman teh berada di pegunungan, sapi  perah berada didaerah sejuk. &lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;RUANG LINGKUP GEOGRAFI&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi fisik ;  &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; merupakan cabang ilmu geografi yg fokusnya pada geografi sebagai bumi, menggunakan biologi untuk     &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; memahami pola flora dan fauna , menggunakan matematika dan fisika untuk memahami pergerakan &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; bumi dan hubungan dengan anggota tata surya ,ekologi muka bumi dan geografi lingkungan .&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Topik yg terkait : atmosfer-kepulauan- benua- gurun- pulau- bentuk muka bumi – samudra – laut – danau ekologi – iklim – tanah – geomorfogi –dll.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Cabang – cabang ilmu Geografi Fisik antara lain :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Astronomi      : yaitu ilmu yang mempelajari benda – benda luar angkasa.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Meteorologi   : yaitu ilmu yang mempelajari tentang cuaca&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;3. Klimatologi    : yaitu ilmu yang mempelajari tentang iklim&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4. Geomorfologi : yaitu ilmu yang mempelajari tentang bentuk – bentuk muka bumi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;5. Geologi          : yaitu ilmu yang mempelajari keadaan batu- batuan dan tubuh bumi &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;6. Hidrologi       : yaitu ilmu yang mempelajari bentang perairan  baik darat dan laut&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;7. Geofisika       : ilmu yang mengkaji sifat fisik bumi dengan metoda fisika&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;8. Biogeografi    : ilmu yang mempelajari persebaran makhluk hidup dimuka bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;9. Kartografi      : ilmu yang mempelajari tentang peta&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;10. Pengindraan jauh : teknik yang digunakan untuk memperoleh data menganalisa informasi tentang hal2 yang diamati tanpa berhubungan langsung dengan obyek.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Cabang – cabang  ilmu Geografi Sosial antara lain :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; 1. Geografi manusia : disebut antropogeografi/antropologi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;       mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia lainnya,bagaimana   &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     manusia berperan di dunia . &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      Topik yg terkait : negara – negara di dunia – bangsa – individu – desa – kota dll&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; 2. Geografi Ekonomi :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     Ilmu yg mempelajari bagaimana usaha  manusia dalam mengolah kekayaan alam untuk &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   kesejahteraannya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; 3.Geografi Sejarah&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     Ilmu geografi yg mencari penjelasan tentang bagaimana budaya dari berbagai tempat di bumi    &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   berkembang dan menjadi seperti sekarang.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4. Ekologi budaya dan politik&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    Munculnya ekologi budaya  sebagai hasil pemikiran Carl  Sauer geografi dan antropologi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    Ekologi budaya mempelajari tentang bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan alamnya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    Ilmu keberlanjutan beberapa ahli geografi menggunakan aspek geografi kritis untuk melihat     &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     hubungan kekuatan alam dan pengaruhnya terhadap manusia.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;5.Geografi Regional&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   Ilmu yang mempelajari tentang semua cabang geografi yang diterapkan disuatu daerah atau kawasan &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   tertentu.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;OBYEK STUDI GEOGRAFI&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Obyek studi geografi ada 2  : &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Obyek material  : sasaran/ hal – hal yang dikaji dalam study geografi atau &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                                  semua fenomena yg terdapat dan terjadi digeosfer.meliputi atmosfer, &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                                  hidrosfer,lithosfer, biosfer dan antroposfer. &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;              Atmosfer yaitu lapisan udara,cuaca dan iklim yang dikaji dalam klimatologi ,meteorologi dll. &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;              Hidrosfer yaitu lapisan air baik didarat maupun di laut.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;        Lithosfer  yaitu lapisan batuan,tanah dan sedimen yg dikaji dalam geologi ,geomorfologi,&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;        Biosfer      yaitu lapisan kehidupan meliputi flora dan fauna yg dikaji dalam biologi dan    &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                                    biogeografi dll.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;               Antroposfer yaitu lapisan manusia yg merupakan tema sentral ( diutamakan dalam kajian ) &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Obyek formal : Cara pandang / metode yang digunakan untuk memecahkan masalah – masalah &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                            geosfer dengan menggunakan tiga pendekatan  menurut Hagger ( 1983 )&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;a. pendekatan analisa keruangan ( spatial analysis )&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;b. pendekatan analisa ekologi  ( ecological analysis )&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;c. pendekatan kompleks wilayah ( regional complex analysis )&lt;/font&gt;









&lt;font class="fullpost"&gt;Pendekatan Keruangan &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Cara pandang yg menekankan  pada eksistensi ruang. Eksistensi keruangan dalam perspektif geografi  dapat dipandang  dari struktur  keruangan ( spatial structure) , pola keruangan ( spatial pattren ) dan  proses keruangan ( spatial processes ). StruK tur keruangan berkenan dengan elemen – elemen pembentuk ruang ada 3 bentuk yaitu  a. Kenampakan titik                  b. Kenampakan garis              c.kenampakan bidang&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Kerangka kerja analisis  pendekatan keruangan bertitik tolak dari permasalahan tentang susunan elemen – elemen pembentuk ruang. Analisis dilakukan dengan menjawab pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut : &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;• What ? strutur ruang apa itu ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;• Where ? dimana struktur ruang tersebut berada ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;• When ? kapan struktur ruang tersebut dapat dibentuk seperti itu ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;• Why ? mengapa struktur ruang terbentuk seperti itu ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;• How ? bagaimana proses terbentuknya struktur ruang tersebut ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;• Who suffers what dan who benefits what ?bagaimana struktur ruang tersebut dapat didayagunakan sedemikian rupa untuk kepentingan manusia ? Dampak positif dan negatif dari keberadaan ruang seperti itu .&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    Ada beberapa teori dalam pendekatan keruangan antara lain :&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Teori Difusi : mencoba menelaah penjalaran /pemekaran fenomena dalam ruang dan dimensi waktu tertentu. &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    Misalnya persebaran berita dari mulut ke mulut,persebaran penyakit dari satu daerah ke daerah &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    lain,persebaran kebudayaan dari suatu suku ke suku yang lain.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Teori Ekspansi  : suatu proses dimana informasi ,material dan sebagainya menjalar melalui suatu populasi dari &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    suatu daerah ke daerah lain. Dalam prose ekspansi ini informasi /materialyangdidifusikan tetap ada dan &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    kadang lebih intensif di tempat asalnya.Hal ini berarti terjadi penambahan jumlah anggota baru pada populasi &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    antara periode dua waktu dan penambahan anggota baru tersebut mengubah pola keruangan populasi secara &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    keseluruhan. Difusi  Penampungan  ( Relocation diffusion ) merupakan proses yg sama dengan persebaran &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    keruangan dimana informasi /material yg didifusikan meninggalkan daerah yg lama dan pindah atau  &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    ditampung  di daerah baru. Difusi  kaskade ( cascade diffusion )  Proses penjalaran /penyebaran fenomena  &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   melalui  beberapa tingkat atau hirarki.proses ini adalah proses yg terjadi pada difusi pembaruan .Misalnya &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   proses  pembaruan yang dimulai dari kota  besar hingga ke pelosok desa .&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;             Pendekatan Ekologi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Dalam mempelajari ekologi seseorang harus mempelajari organisme hidup seperti manusia,hewan dan tumbuhan serta lingkungan . Organisme hidup mengadakan interaksi dengan organisme hidup yang lain. Contoh ;&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Masalah banjir dan tanah longsor di kawasan Jakarta . Yang pertama mengidentifikasi kondisi fisik dilokasi banjir/tanah longsor. Dalam identifikasi itu juga perlu dilakukan identifikasi jenis tanah, topografi,tumbuhan dan hewan yg hidup. Kedua mengidentifikasi gagasan ,sikap dan perilaku masyarakat setempat. Ketiga mengidentifikasi sistem budi daya yg dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ke empat  menganalisis hubungan antara sistem budi daya dengan hasil dan dampak yg ditimbulkan. Kelima  mencari alternatif pemecahan atas permasalahan yg terjadi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;              Pendekatan Kompleks Wilayah&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Kombinasi antara anlisis keruangan dan anlisis ekologi . Analisis ini didekatkan dengan pengertian areal differentiation yaitu  suatu anggapan bahwa interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada hakikatnya suatu wilayah berbeda dengan wilayah lainnya sehingga terdapat permintaan dan penawaran antar wilayah tersebut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;PRINSIP – PRINSIP GEOGRAFI   ada 4 :&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1. Prinsip penyebaran : suatu gejala  dan fakta yg tersebar tidak merata dipermukaan bumi .&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     Contoh ;  persebaran hewan dan tumbuhan di Indonesia bagian timur dan barat berbeda.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Prinsip interelasi     : suatu hubungan saling terkait dalam ruang antara gejala yang satu dengan gejala &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      lain.contoh : hubungan faktor fisik dengan fisik atau faktor fisik dengan manusia akan dapat diungkapkan &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;      karakteristik fenomena atau fakta geografi ditempat tersebut.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;3. Prinsip Deskripsi     : penjelasan lebih jauh mengenai gejala – gejala yang diselidiki/dipelajari.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    Deskripsi disajikan dalam bentuk tulisan, diagram tabel atau gambar/peta&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;    &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4. Prinsip Korologi     : gejala ,fakta atau masalah geografi disuatu tempat yang ditinjau sebaran, &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     interelasi,interaksi dan integrasinya dalam ruang . Hal ini dikarenakan  suatu ruang akan memberikan &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     karakteristik pada kesatuan gejala. Prinsip ini  merupakan pinsip geografi yang komprehensif( memadukan &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;     prinsip – prinsip yang lain )&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Aspek Geografi  :  &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;  Aspek Fisik ( alamiah )    : lithosfer, biosfer, hidrosfer dan  atmosfer&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Aspek sosial                       : Antroposfer mencakup aksi manusia dimana manusia mempengaruhi alam dengan &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                                        modal ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai . &lt;/font&gt;




&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-8657627187785265622?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/8657627187785265622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=8657627187785265622&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/8657627187785265622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/8657627187785265622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/04/pengertian-geografi.html' title='Pengertian Geografi'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9156000485339131859.post-1081004570052063495</id><published>2011-04-08T22:08:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T16:14:59.261-07:00</updated><title type='text'>Kajian Ilmu Geografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;Geografi sebagai disiplin ilmu telh dikenal sejak masa Yunani dan Romawi kuno sekitar abad ketiga dan kedua Sebelum Masehi. Sarjana Yunani yang berpengaruh antara lain adalah Eratosthenes (26-196 SM) dengan hasil karya utamanya yang berjudul Geographika, yang selanjutnya  terkenal sebagai bapak geografi. Salah satu geograf pada periode berikutnya yang berpengaruh adalah Alexander von Humboldt, yang kemudian di kenal sebagai “ founder of modern geography”   atau pendiri geografi modern (Rosenberg, 2006). Pada era Humbolt dan Ritter ditandai oleh mulai dikembagkannya geografi dalam dua cabang, yaitu geografi manusia dan geografi fisik, dan kombinasi kedua cabang tersebut melahirkan cabang geografi regional. Terapan geografi regional yang dikembangkan di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada adalah Perencanaan pengembangan Wilayah (Sutanto, 1994).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Untuk mengantisipasi kerancuan mengenai cirri khas geografi sebagi disiplin ilmu, maka para geograf berusaha melakukan berbagai langkah pembenahan metodologis. Salah satu upaya yang dilakukan para pakar geografi adalah mengembangkan penerapan berbagai pendekatan untuk menganalisis obyek kajian geografi, sekaligus untuk menemukan cirri khas keilmuan geografi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Usaha ini tidak sia-sia dengan semakin mapannya objek formal geografi yang dapat diidentifikasikan melalui pendekatan keilmuannya. Pendekatan geografi yang terdiri atas pendekatan keruangan, pendekatan ekologis, dan pendekatan kompleks wilayah, harus dipertajam, karena munculnya ketiga ini mulai diyakini oleh para geograf sebagai cirri khas keilmuan disiplin geografi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Ketiga pendekatan di atas hingga kini merupakan pendekatan yang masih servive untuk mengkaji obyek geografi memang beda dengan ilmu-ilmu yang lain. Selain ketiga pendekatan tersebut, sebelumnya ada bermacam-macam pendekatan yang telah dicoba diterapkan untuk menganalisis kajian geografi, misalnya pendekatan histories dan pendekatan pertumbuhan ekonomi, namun pendekatan – pendekatan tersebut mulai ditinggalkan karena tidak memberikan kekhasan terhadap kajian Imiah geografi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;   Kenyataannya, tuntutan para geograf terhadap cirri khas kajian geografi pada era modern ini makin meningkat. Cirri khas keilmuan melaui objek formal saja tidak dianggap cukup untuk dikembangkan dan menjamin disiplin ilmu geografi. Tuntutan yang lebih substansial adalah kejelasan terhadap objek material geografi. Kejelasan objek materiil akan mendukung  semakin jelasnya posisi suatu disiplin ilmu dalam pandangan masyarakat ilmiah di antara ilmu-ilmu lain. Kejelasan akan objek material dapat meningkatkan kontribusi disiplin ilmu geografi bagi kesejahteraan umat manusia.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Banyak ahli menyebutkan bahwa objek material geografi terkait dengan permukaan bumu, tetapi penjabaran terhadap objek material geografi ini jarang dibahas tuntas. Geograf pun mulai dipenuhi dengan kegiatan perdebatan yang multitafsir tentang objek material geograf ini. Sebagian geograf menamakan objek materiil ini dengan istilah fenomena geosfer, sebagian yang lain lebih suka menyebutnya dengan istilah fenomena permukaan bumi. Tetapi istilah memang bukan hal prinsipiil untuk diperdebatkan, yang penting adalah bagaimana hakikat objek material dari disiplin ilmu geografi ini dapat diperjelas dan makin dipertajam dari waktu ke waktu.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Kejelasan mengenai objek material akan memberikan panduan bagi geograf untuk makin mengenali materi yang dipelajari dalam studi geografi, ruang lingkup keilmuan geografi, dan untuk membedakan antara ilmu Bantu dalam kajian geografi bila dibandingkan dengan cabang ilmu geografi itu sendiri. Pada gilirannya, kejelasan ini akan berimplikasi dengan makin tereliminasinya multitafsir terhadap objek materiil geografi, dan justru dapat digunakan oleh para geograf untuk mengidentifikasi skema hubungan keterkaitan antara objek material dan objek formal dalam disiplin ilmu geografi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Objek formal geografi hingga saat ini lebih memberikan kepastian terhadap cirri khas geografi dibandingkan dengan objek materialnya. Objek formal dalam geografi sebenarnya masih memerlukan banyak diskusi untuk memperjelasnya, oleh karena itu tulisan ini berupaya untuk semakin menajamkan kejelasan objek material geografi. Pembahasan akan dimulai dari mencermati beberapa definisi geografi yang salama ini berkembang, dan dilanjutkan dengan upaya untuk menemukan benang merah yang dapat menghubungkan berbagai definisi geografi tersebut. Setelah dikemukakan kesamaan terhadap berbagai definisi tersebut, maka dilanjutkan dengan mengupas secara tajam terhadap kejelasan objek material dari geografi sebagai sebuah disiplin ilmu. Objek material ini sedapat mungkin akan diarahkan hinga diperoleh kejelasan mengenai cirri khas objek material geografi yang dapat dibedakannya dengan objek material dari ilmu-ilmu lain. Sebagai sebuah cita-cita yang ideal, maka geografi akan semakin eksis apabila kejelasan ojek formalnya, diikuti juga dengan kejelasan akan objek materialnya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;                                       &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Tipologi Definisi Geografi Berdasar Objek Material    &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Beberapa definisi untuk memperjelas keberadaan disiplinilmu geografi telah dikembangkan sejak geografi mulai dikenal. Keanekaragaman definisi geografi menunjukkan bahwa ada perbedaan titik berat perhatian dan pendekatan para ahli dalam mempelajari, mempraktekkan, serta merumuskan batasan pengertian geografi, sesuai ringkasan Roger Minshull yang mengutip sebagian dari sekian banyak definisi geografi yang dikemukakan orang, antara lain disebutkan sebagai studi tentang (Suharyono dan Amien, 1994):&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Bentang alam muka bumi&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Tempat-tempat di muka bumi (James, Lukerman).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;3. Ruang, khususnya pad amuka bumi (Kant).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4. Efek-efek partial lingkungan alami atas manusia (Houston, Martin).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;5. Pola-pola kovariasi kedaerahan (Lewthwaite).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;6. Lokasi, distribusi, saling bergantungan sedunia daninteraksi dalam keteraturan (Lukerman).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;7. Kombinasi fenomena di muka bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;8. System yang luas yang menyangkut manusia dan alam.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;9. System manusia – bumi (Berry)&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;10. Hubungan dan pengaruh timbale balik  dalam ekosistem (Morgan dan Moss)&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;11. Ekologi manusia&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;12. Deferensiasi areal fenomena yang bertautan di muka bumi dalam arti pentingnya bagi manusia (Hartshorne).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Beberapa definisi yang dikembangkan tersebut dapat digolongan berdasarkan penekanan objek materialnya yaitu: 1) definisi yang menekankan bumi sebagai objek material geografi, 2) definisi yang menekankan permukaan bumi sebagai objek material geografi, 3) definisi yang menekankan bagian di permukaan bumi sebagai objek material geografi, 4) definisi yang menekankan fenomena permukaan bumi sebagai objek materal geografi.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Definisi Yang Menekankan Bumi Sebagai Objek Material&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Definisi yang termasuk kategori ini antara lain dikemukakan oleh J.O.M. Broek (1965), yaitu “To understand the earth as the world of man”. Definisi ini menekankan bumi tempat hidup manusia sebagai objek material yang dikaji dalam disiplin ilu geografi. Definisi ini secara substansial masih bertahan hingga lebih dari tiga dasa warsa, yaitu ketika Yi-Fu Tuan (1991) mengemukakan definisi geografi sebagai berikut: “Geografphy is the study of earth as the home of people”.&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Definisi Yang Menekankan Permukaan Bumi Sebagai Objek Material&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Definisi yang termasuk kategori ini antara lain pendapat yang menyatakan bahwa geografi adalah “study of the earth’s surface; includes people’s responses totopography and climate and soil and vegetatitaon” (Carpenter, 2002). Definisi ini ditegaskan dengan pendapat lain yang mengemukakan tentang asal kata geografi, yaitu bahwa “…the word derives from the Greek words ge (the Eartth”) and graphein (“ to write”, as in to describe”), sehingga selanjutnya menghasilkan definisi geografi sebagai “the study of the earth its features and of the distribution of life on the earth, including human life and the effects of human activity”(Answer. Com dalam Bowerman, 2006).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Salah satu geograf yang mengembangkan geografi dari difinisi tipe ini adalah Robert E. Dickinson (1969) mengemukakan bahwa “ Geography is fundamentally the regional or chorological science of the surface of the earth”.&lt;/font&gt;



&lt;font class="fullpost"&gt;Definisi yang menekankan Bagian di Permukaan Bumi sebagai Objek Material.             &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Difinisi yang termasuk katagori ini antara lain pendapat yang menyatakan bahwa geografi adalah “ the spasial distribution of certain features on the surface of the earth”. Yang dikemukakan oleh Fred K. Shaefer (1953). Pendapat lain yang mendifinisikan geografi pada katagori ini yaitu bahwa geografi adalah “ study of variations in phenomena from place to [lace” yang dikemukakan oleh Holt-Jansen (1980). Definisi tipe ini didukung pendapat bahwa geografi adalah “The science of space and place that brings together earth’s physical and human dimensions in the integrated study of people, places, and environments.” (Anonim. 2001).&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;Definisi yang menekankan fenomena Permukaan Bumi sebagai Objek Material&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Defenisi yang termasuk katagori ini antara lain pendapat Bintarto (1988) yang menyatakan bahwa “geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sebab akibat setiap gejala atau fenomena di permukaan bumi, baik peristiwa maupun permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, kelingkunan, dan kewilayahan untuk kepentingan pembangunan. Selanjutnya difinisi ini juga diperkuat oleh pendapat yang menyatakan bahwa “Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan segala unsur, dengan menggunakan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam kontek keruangan. (Seminar dan Lokakarya Geografi, semarang. 1988).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Tokoh lain yang menganut definisi geografi katagori ini adalah Martin Kenzer(1989) mengemukakan bahwa geografi “…concerned with the locational or spasial variation in both physical and human phenomena at the earth’s surface” (Buana katulistiwa).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Berdasarkan beberapa difinisi yang dijelaskan di atas banyak yang menyebut secara eksplesit menggunakan kata “ earth surface “ atau permukaan bumi. Dengan demikian, benang merah antar definisi di atas bhawa ilmu geografi tidak dapat dilepaskan dari kajian fenomena permukaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Selanjutnya timbul pertanyaan sehubungan dengan tipologi definisi geografi yang telah ditampilkan dalam paparan di atas:&lt;/font&gt;

&lt;font class="fullpost"&gt;1. Ojek material apa yang secara esensial dipelajari ilmu geografi ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Aakah objek material geografi adalah fenomena permukaan bumi ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;3. Jika objek material geografi adalah fenomena permukaan bumi, maka perlu dilihat dulu, apakah fenomena permukaan bumi itu ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4. Apa fenomena geosfer itu?, Apa permukaan bumi itu ?, apa geosfer itu ?&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Perkembangan mengenai apa yang dimaksud sebagai objek material geografi berdasarkan   beragam definisi geografi di atas dapat dibedakan menjadi empat, yaitu bumi, permukaan bumi, bagian di permukaan bumi, dan fenomena permukaan bumi. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap kesesuaian masing-masing objek kajian di atas untuk dijadikan sebagai objek material geografi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Bumi bagaimanapun bukanlah objek material yang khas geografi. Hal ini karena bumi juga dikaji oleh ilmu-ilmu kebumian yang lain. Bumi apabila dijadikan objek material geografi akan menyebabkan ruang lingkup kajian geografi semakin luas dan rancu yang dapat mengaburkan cirri khas keilmuan geografi sebagai disiplin ilmu itu sendiri.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Permukaan bumi dan bagian  permukaan bumi, keduanya hanya menekankan pada place, dan itu tidak cukup menggambarkan objek material geografi. Hal ini karena place, dan itu tidak cukup mengambarkan objek material geografi. Hal ini karena place tidak selalu mampu menunjukan face atau perwujudan dari objek yang dikaji oleh disiplin ilmu geografi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Bintarto (1988) menyatakan bahwa objek material geografi merupakan objek yang umum dan luas, yaitu geosfer, yang meliputi litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, pedosfer, antroposfer yang kemudian dapat melahirkan studi kekhususan, dan ini dipandang wajar. Di sisi lain, karena geosfer juga dipelajari oleh bidang ilmu lain, maka objek material tersebut tidak dapat mencirikan geografi sebagai ilmu (Sutanto, 1994).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Menilik kembali berbagai definisi yang telah diungkapkan pada bagian awal tulisan ini, maka ada satu esensi yang jelas menunjukkan kea rah mana sebenarnya objek material geografi. Objek material yang dimaksud tidak lain adalah fenomena permukaan bumi. Ada beberapa landasan yang dapat dikemukakan untuk menyatakan bahwa fenomena permukaan bumi lebih khas apabila dijadikan objek material geografi, dibandingkan bumi, permukaan bumi, bagian di permukaan bumi, geosfer, dan fenomena di permukaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Fenomena permukaan bumi tidak dapat dirancukan dengan kata fenomena di permukaan bumi. Fenomena permukaan bumi akan selalu membentuk face atau wajah objek material geografi, karena terbentuk oleh dua atau lebih unsrur geosfer, sedangkan fenomena di permukaan bumi selalu berhasil membentuk face atau wajah dari objek material geografi, karena fenomena di permukaan bumi tidak selalu terbentuk oleh minimal dua unsur geosfer.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Geosfer memiliki unsur yang minimal dua diantaranya dapat membentuk fenomena permukaan bumi sebagai objek material geografi yang khas. Geosfer adalah substansi yang menyelubungi bumi mulai dari letosfer, atmosfer, hidrosfer, pedosfer, biosfer, dan antroposfer (enam sfera). Unsur geosfer terdiri atas 1) litosfer atau batuan terluar dari bumi, yaitu kulit bumi, 2) atmosfer, adalah udara yang menyelimuti bumi, 3) hidrosfer, adalah air yang menyelubungi bumi, 4) pedosfer, adalah tanah atau unsur hara atau nutrisi yang menyelubungi bumi baik di darat maupun di laut, 5) biosfer, adalah makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia yang menyelubungi bumi, dan 6) antroposfer, adalah masyarakat manusia dengan segala aktivitasnya, yang menyelubungi bumi. Perlu ditegaskan bahwa sfera dalam geosfer ini meskipun berasal dari kata sphere, tetapi tidak diartikan sebagai lapisan dalam konteks fenomena permukaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Fenomena permukaan bumi bukanlah perlapisan, tetapi merupakan suatu perwujudan atau face permukaan bumi yang dibentuk oleh unsur geosfer. Oleh karena itu, fenomena permukaan bumi dapat juga diistilahkan fenomena geosfer apabila istilah fenomena feosfer ini mengarah pada objek material permukaan bumi yang dibentuk oleh unsur geosfer. Untuk menghindari kerancuan, maka fenomena geosfer ini perlu dibedakan maknanya dari fenomena permukaan bumi. Fenomena geosfer adalah gejala dan atau proses yang berlangsung pada setiap sfera yang telah disebutkan di atas (enam sfera).&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Permukaan bumi adalah bidang terluar yang ada di bola bumi. Fenomena permukaan bumi sebagai suatu perwujudan atau face permukaan bumi yang dibentuk oleh unsur geosfer adalah ruangan di permukaan bumi yang terbentuk oleh unsur geosfer, dan terwujud dari hasil hubungan, interaksi, dan interdependensi antara unsur geosfer. Maka ruangan di permukaan bumi atau wilayah sebagai fenomena permukaan bumi dapat terbentuk mulai dari yang sederhana sampai yang komplek:.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Ruangan permukaan bumi terbentuk hanya oleh 2 (dua) unsur geosfer, yaitu litosfer dan atmosfer. Contohnya adalah padang pasir. Karena tidak hadirnya hidrosfer di kawasan padang pasir ini, maka unsur pedosfer, biosfer, dan antroposfer tidak dapat terbentuk.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt; Sebagai contoh fenomena permukaan bumi yang terbentuk oleh unsur litosfer dan atmosfer, maka padang pasir ini harus secara hati-hati dibedakan dnegan fenomena lain yang terkait padang pasir, seperti perkemahan kafilah di padang pasir, oasis, apalagi kota padang pasir. Kota padang pasir misalnya, maka dalam konteks ini kota padang pasir harus berbeda dengan padang pasir karena telah mencakup seluruh unsur geosfer dalam pembentukannya, diman ahidorsfer, pedosfer, biosfer, dan antroposfer telah melengkapi keberadaan litosfer dan atmosfer.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Ruangan permukaan bumi yang terbentuk hanya oleh 3 (tiga) unsur geosfer, yaitu litosfer, atmosfer, dan hidrosfer. Contohnya pada es/salju, karena atmosfer di kawasan ini tidak memungkinkan untuk memberi kelangsungan hidup bagi makhluk hidup, maka pedosfer, biosfer, dan antroposfer tidak dapat terwujud.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;Unsur biosfer seperti manusia di atas bukanlah komponen utama pembentuk pada es/salju, karena keberadaannya hanya sementara di wilayah padang salju.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;3. Ruangan permukaan bumi yang terbentuk hanya oleh 5 (lima) unsur geosfer, yaitu litosfer, atmosfer, hidrosfer, pedosfer, dan biosfer. Contohnya padang rumput , hutan , lautan/samudera &lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4. Ruangan di permukaan bumi yang terbentuk oleh 6 (enam) unsur geosfer, yaitu litosfer, atmosfer, hidrosfer, pedosfer, biosfer, dan antroposfer. Contohnya perdesaan, perkotaan, dan tempat-tampat atau kawasan untuk kegiatan rutin manusai bermasyarakat (misalnya, lahan pertanian, lahan tempat bekerja non pertanian, obyek wisata, dan sebagainya).&lt;/font&gt;



&lt;font class="fullpost"&gt; Kesimpulan&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;1. Geografi sebagai suatu disiplin ilmu harus memiliki obyek material yang jelas dan satu, yaitu fenomena permukaan bumi. Untuk apa fenomena permukaan bumi dipelajari, dan bagaimana cara mempelajarinya, semua iatu dibahas dalam obyek formal ilmu geografi. Kejelasan obyek material dan obyek formal dari suatu disiplin ilmu akan menjamin eksistensi ilmu tersebut.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;2. Fenomena permukaan bumi harus dapat dibedakan dengan fenomena geosfer, harus dapat dibedakan dengan fenomena di permukaan bumi, dan harus dapat dibedakan juga dengan permukaan bumi.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;3. Obyek material geografi berupa fenomena permukaan bumi harus dapat dijabarkan secara jelas dan tegas, sehingga tampak jelas cabang lmu geografi dan ilmu bantunya.&lt;/font&gt;
&lt;font class="fullpost"&gt;4. Definisi geografi yang dapat menekankan pada kejelasan obyek matrialnya, salah satunya adalah “Geografi adalah ilmu yang mempejari fenomena permukaan bumi, yaitu ruangan di permukaan bumi yang terbentuk oleh unsur geosfer (litosfer, atmosfer, hidrosfer, pedosfer, bisofer, antroposfer), yang berupa wilayah dari isi wilayay, dipelajari dengan pendekatan keruangan, ekologis dan kewilayahan untuk pengelolaan wilayah”.&lt;/font&gt;

&lt;/div&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;
&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9156000485339131859-1081004570052063495?l=danielsihasale.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://danielsihasale.blogspot.com/feeds/1081004570052063495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9156000485339131859&amp;postID=1081004570052063495&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/1081004570052063495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9156000485339131859/posts/default/1081004570052063495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://danielsihasale.blogspot.com/2011/04/kajian-ilmu-geografi.html' title='Kajian Ilmu Geografi'/><author><name>Daniel A Sihasale</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00689083881162091199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-2hiE776Gjvg/TliGBtFX0PI/AAAAAAAAA4U/NXuj8bc3sW8/s220/ABCD00012.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
