English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

PETA PULAU AMBON

Jumat, 08 April 2011

Geomorfologi

Geomorfologi

A. Pengertian Geomorfologi Geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk permukaan bumi dan perubahan-perubahan yang terjadi pada bumi itu sendiri. Geomorfologi biasanya diterjemahkan sebagai ilmu bentang alam. Mula-mula orang memakai kata fisiografi untuk ilmu yang mempelajari tetang ilmu bumi ini, hal ini dibuktikan pada orang-orang di Eropa menyebut fisiografi sebagai ilmu yang mempelajari rangkuman tentang iklim, meteorologi, oceanografi, dan geografi. Akan tetapi orang, terutama di Amerika, tidak begitu sependapat untuk memakai kata ini dalam bidang ilmu yang hanya mempelajari ilmu bumi saja dan lebih erat hubungannya dengan geologi. Mereka lebih cenderung untuk memakai kata geomorfologi. B. Konsep dasar Geomorfologi 10 Konsep dasar geomorfologi yang berada dalam buku Principles of Geomorphology adalah: 1. Proses-proses fisik dan hukumnya yang terjadi saat ini berlangsung selama waktu geologi, 2. Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuk lahan, 3. Tingkat perkembangan relief permukaan bumi tergantung pada proses-proses geomorfologi yang berlangsung, 4. Proses-proses geomorfik terekam pada land forms yang menunjukan karakteristik proses yang berlangsung, 5. Keragaman erosional agents tercermin pada produk dan urutan land forms yang terbentuk, 6. Evolusi geomorfologi bersifat kompleks, 7. Obyek alam di permukaan bumi umumnya berumur lebih muda dari Pleistosen, 8. Interpretasi yang sempurna mengenai landscapes melibatkan beragam faktor geologi dan perubahan iklim selama Pleistosen, 9. Apresiasi iklim global diperlukan dalam memahami proses-proses geomorfik yang beragam, dan 10. Geomorfologi, umumnya mempelajari land forms / landscapes yang terjadi saat ini dan sejarah pembentukannya. C. Proses Geomorfologi. Proses geomorfologi adalah perubahan-perubahan baik secara fisik maupun kimiawi yang dialami permukaan bumi. Penyebab proses tersebut yaitu benda-benda alam yang kita kenal dengan nama geomorphic agent, berupa air dan angin. Keduanya merupakan ad penyebab yang dibantu dengan adanya gaya berat, dan keseluruhannya bekerja bersama-sama dalam melakukan perubahan terhadap permukaan muka bumi. Tenaga-tenaga perusak ini dapat kita golongkan dalam tenaga asal luar (eksogen), yaitu yang datang dari luar atau dari permukaan bumi, sebagai lawan dari tenaga asal dalam (endogen) yang berasal dari dalam bumi. Tenaga asal luar pada umumnya bekerja sebagai perusak, sedangkan tenaga asal dalam sebagai pembentuk. Kedua tenaga inipun bekerja bersama-sama dalam mengubah bentuk permukaan muka bumi ini. Pembentukan Perusakan Pengangkutan Tenaga asala dalam Pembentukan struktur Pembentukan gunung api Tenaga asal luar Gradasi Pelapukan Tenaga dari luar bumi Adanya jatuhan dari meteor Tenaga asal luar Pengangkutan bahan Erosi Gelombang Gambar 1.0 Bagan Terjadinya geomorfologi. D. Ada beberapa terapan geomorfologi menurut Thornbury dalam Sutikno yaitu: 1. Terapan geomorfologi dalam hidrologi, yang membahas hidrologi di daerah karst dan air tanah daerah glasial. Masalah hidrologi di daerah karst dapat diketahui dengan baik apabila geomorfologinya diketahui secara mendalam. Air tanah di daerah glasial tergatung pada tipe endapannya, dan tipe endapan ini dapat lebih mudah didekati dengan geomorfologi. 2. Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan geomorfologi untuk menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan endapan bijih. 3. Terapan geomorfologi dalam keteknikan, aspek keteknikan yang dibahas meliputi jalan raya, penentuan pasir, dan kerakal, pemilihan situs bendungan dan geologi militer. Terapan geomorfologi dalam keteknikan ini semua aspek geomorfologi dipertimbangkan 4. Terapan geomorfologi dalam ekplorasi minyak, banyak unsur-unsur minyak di AS yang ditentukan dengan pendekatan geomorfologi terutama bentuklahan termasuk topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan minyak. 5. Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu menyangkut pemetaan tanah, kajian pantai, dan erosi. E. Ringkasan Geomorfologi bukan hanya sekedar mempelajari bentuk lahan yang tampak saja, tetapi juga mentafsirkan bagaimana bentuk-bentuk tersebut bisa terjadi, proses apa yang mengakibatkan pembentukan dan perubahan muka bumi. Jadi meliputi bentuklahan (landform), proses-proses yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar laut/samudera serta mencari hubungan antara bentuk lahan dengan proses-proses dalam tatanan keruangan dan kaitannya dengan lingkungan. Dengan demikian bahwa dalam mempelajari geomorfologi terkait pada geologi, fisiografi, dan proses geomorfologi yang menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan dalam perubahan bentuk lahan. Konsep dasar Geomorfologi perlu dipahami secara baik untuk mempelajari Geomorfologi dalam membantu mengenal dan menganalisa kenampakan bentuk lahan di permukaan bumi, sehingga pada akhirnya dapat mengenal peristilahan baik secara deskriptif maupun secara empiris, terutama nanti dalam melakukan klasifikasi bentuk lahan. Geomorfologi mempunyai peran dan terapan dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan perencanaan, analisis medan, banjir, serta bahaya alam disebabkan oleh gaya endogen. Contoh daerah yang mengalami perubahan bentuk permukaan muka bumi: Palung laut merupakan bentuk paritan memanjang dengan kedalaman mencapai lebih dari 6.500 meter. Umumnya palung laut ini merupakan batas antara kerak samudera India dengan tepian benua Eurasia sebagai bentuk penunjaman yang menghasilkan celah memanjang tegak lurus terhadap arah penunjaman . Beberapa patahan yang muncul di sekitar palung laut ini dapat reaktif kembali seperti yang diperlihatkan oleh hasil plot pusat-pusat gempa atau episentrum di sepanjang lepas pantai pulau Sumatera dan Jawa. Sesar mendatar Mentawai yang ditemukan pada Ekspedisi Mentawai Indonesia-Prancis tahun 1990-an terindikasi sebagai sesar mendatar yang berpasangan namun di berarapa bagian memperihatkan bentuk sesar naik. Hal ini merupakan salah satu sebab makin meningkatnya tekanan kompresif dan seismisitas yang menimbulkan kegempaan. Di bagian barat pulau Sumatera, pergerakan lempeng samudera India mengalibatkan terangkatnya sedimen (seabed) di kerak samudera dan prisma-prisma akresi yang merupakan bagian terluar dari kontinen. Sesar-sesar normal yang terbentuk di daerah bagian dalam yang memisahkan prisma akresi dengan busur kepulauan mengakibatkan peningkatan pasokan sedimen yang lebih besar. Demikian pula akibat terjadinya pengangkatan tersebut maka morfologi palung laut di kawasan ini memperlihatkan bentuk lereng yang terjal dan sempit dibandingkan dengan palung yang terbentuk di kawasan timur Indonesia. Daerah lain terjadinya geomorfologi yaitu daerah semarang yang merupakan salah satu kota pantai yang di indonesia. Dikawasan pantainya terdapat berbagai fasilitas publik yang bernilai sangat tinggi, seperti pelabuhan dan terminal bus antar kota. disamping itu juga terdapat tempat kawasan perumahan yang bernilai sejarah seperti kawasan kota lama, perumahan mewah, kawasan wisata pantai, permukiman kumuh, perikanan, sawah, dsb. Kita dapat melihat kondisi geomorfologi dan kondisi kawasan yang dijumpai pada kota semarang Pada tahun 2001, diperkirakan permukaan air laut naik 1,00 m yang disebabkan oleh berbagai kerusakan lingkungan hidup, antara lain oleh pemanasan global. Dalam kaitan ini, telah dilakukan pengkajian wilayah pantai Kota Semarang menggunakan metoda deskriftif melalui identifikasi dan inventarisasi permasalahan kawasan dan geomorfologi yang ada saat ini untuk mendapatkan dampak atau resiko terhadap fisik lingkungan wilayah, geomorfologi perairan dan daratan, lingkungan, ekonomi sosial serta kemungkinan teknik adaptasi manusia pada genangan banjir, yang kelak akan digunakan untuk bahan penyusunan metoda perhitungan kerugian wilayah, adaptasi dan mitigasi bencana banjir Berdasarkan dari bencana rob atau banjir, pemda dan masyarakat wilayah pantai Kota semarang sudah berusaha secara teknologi menghadapi/mengadaptasi bencana banjir melalui penerapan teknologi sistem drainase yang tepat. Definisi Geomorfologi Kata Geomorfologi (Geomorphology) berasal dari bahasa Yunani, yaitu: Geos (erath/bumi), morphos (shape/bentuk), logos (knowledge atau ilmupengetahuan). Maka pengertian geomorfologi adalah pengetahuan tentang bentuk lahan dan proses yang terjadi di permukaan bumi termauk pergerakan material, air dan drainase serta factor lain yang memicu terjadinya proses geomorfik.. Secara singkat berikut ini disajikan mengenai beberapa definisi geomorfologi yang dikemukakan oleh para ahli yaitu: 1) Lobeck (1939: 3) menyatakan bahwa Geomorfologi adalah studi tentang bentuk lahan. 2) Cooke dan Doornkamp dalam Sutikno (1987: 3) dinyatakan bahwa geomorfologi adalah studi mengenai bentuklahan dan terutama tentang sifat alami, asal mula, proses perkembangan, dan komposisi material penyusunnya. 3) Thornbury dalam Sutikno (1990: 2) disebutkan bahwa geomorfologi adalah ilmu pengetahuan tentang bentuk lahan. 4) Zuidam dan Concelado (1979: 3) juga menyatakan bahwa Geomorfologi adalah studi yang menguraikan bentuklahan dan proses yang mempengaruhi pembentukannya serta mengkaji hubungan timbal balik antara bentuklahan dengan proses dalam tatanan keruangannya. 5) Verstappen (1983: 3) bentuklahan adalah menjadi sasaran Geomorfologi bukan hanya daratan tetapi juga yang terdapat di dasar laut (lautan). Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dijelaskan bahwa Geomorfologi adalah mempelajari bentuklahan (landform), proses-proses yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar laut/samudera serta mencari hubungan antara bentuklahan dengan proses-proses dalam tatanan keruangan dan kaitannya dengan lingkungan. Di samping itu, juga menelaah dan mengkaji bentuk lahan secara deskriptif, mempelajari cara pembentukannya, proses alamiah dan ulah manusia yang berlangsung, pengkelasan dari bentuklahan serta cara pemanfaatannya secara tepat sesuai dengan kondisi lingkungannya. Konsep Dasar Geomorfologi Dalam mempelajari geomorfologi baik diperlukan dasar pengetahuan yang baik dalam bidang klimatologi, geografi, geologi serta sebagian ilmu fisika dan kimia yang mana berkaitan erat dengan proses dan pembentukan muka bumi. Secara garis besar proses pembentukan muka bumi menganut azas berkelanjutan dalam bentuk daur geomorfik (geomorphic cycles), yang meliputi pembentukan daratan oleh tenaga dari dalam bumi (endogen), proses penghancuran/pelapukan karena pengaruh luar atau tenaga eksogen, proses pengendapan dari hasil pengahncuran muka bumi (agradasi), dan kembali terangkat karena tenaga endogen, demikian seterusnya merupakan siklus geomorfologi yang ada dalam sekala waktu sangat lama. Secara garis besar dikenal beberapa konsep dasar dalam studi geomorfologi yang dikemukakan oleh Thornbury (1958) dalam Suprapto (1997: 17) dan Suwijanto adalah sebagai berikut: 1. Proses-proses dan hukum fisik yang sama bekerja sekarang, bekerja pula pada waktu geologi yang, walaupun intensitasnya tidak sama seperti sekarang. 2. Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuklahandan struktur geologi dicerminkan oleh bentuklahannya. 3. Perbedaan muka bumi yang berbeda antara satu dengan yang lain disebabkan karena derajat pembentukannya berbeda pula. 4. Proses-proses geomorfologi meninggalkan bekas-bekas yang nayata pada bentuklahan dan setiap proses geomorfologi akan membangun suatu karakteristik tertentu pada bentuklahannya (meninggalkan jejak yang spesifik dan dapat dibedakan dengan proses lain secara jelas). 5. Akibat perbedaan tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi, maka dihasilkan suatu urutan bentuklahan yang mempunyai karakteristik tertentu pada masingmasing tahap perkembangannya. 6. Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum terjadi dibandingkan dengan evolusi geomorfik yang sederhana (perkembangan bentuk muka bumi umumnya sangat kompleks/rumit, jarang yang disebabkan oleh proses yang sederhana). 7. Hanya sedikit saja dari topografi permukaan bumi adalah lebih tua dari zaman Tersier, dan kebanyakan daripadanya tidak lebih dari zaman Pleistosen. 8. Interpretasi secara tepat terhadap bentanglahan sekarang tidak mungkin dilakukan tanpa memperhatikan perubahan-perubahan iklim dan geologi selama masa Pleistosen (Pengenalan bentanglahan saat sekarang harus memperhatikan proses yang berlangsung pada zaman Pleistosen) 9. Apresiasi iklim-iklim dunia amat perlu untuk mengetahui secara benar dari berbagai kepentingan di dalam proses-proses geomorfologi yang berbeda . 10. Walaupun geomorfologi menekankan terutama pada bentanglahan sekarang, namun untuk mempelajarinya secara maksimal perlu mempelajari sejarah perkembangannya Arti Penting Geomorfologi Arti penting geomorfologi yaitu sebagai pendukung ilmu kebumian lainnya dan ilmu yang terkait dalam arti praktisnya. Geomorfologi sebagai ilmu mempunyai arti yang penting, seperti peranannya dalam geografi fisik dan terapannya dalam penelitian. Kajian geomorfologikal akan menghasilkan data/informasi yang utama dan pertama dari bentanglahan fisikal yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu maupun terapan praktisnya. Terapan geomorfologi menurut para ahli: 1. Verstappen meliputi peran dan terapan geomorfologi dalam survei dan pemetaan, survei geologi, hidrologi, vegetasi, penggunaan lahan pedesaan, keteknikan, ekplorasi mineral, pengembangan dan perencanaan, analisis medan, banjir, serta bahaya alam disebabkan oleh gaya endogen. 2. Zuidam, berdasarkan analisis dan klasifikasi dapat dikemukakan sebagai berikut: * Relief/morfologi meliputi bagian lereng, ketinggian, kemiringan lereng, panjang lereng, bentuk lereng, bentuk lembah, dan aspek relief yang lain. * Proses geomorfologi meliputi erosi dan tipe erosi, kecepatan dan daerah yang terpengaruh; banjir yang meliputi tipe, frekuensi, durasi, kedalaman, dan daerah yang terpengaruh; gerakan massa yang meliputi tipe, kecepatan, daerah yang terpengaruh. * Tipe material batuan meliputi batuan induk, material permukaan, kedalaman pelapukan. * Vegetasi dan penggunaan lahan meliputi tipe vegetasi, kepadatan, tipe penggunaan lahan, periode, durasi, dan konservasi. * Air tanah mencakup kelembaban permukaan, kedalaman air tanah, fluktuasi air tanah, dan kualitas air tanah. * Tanah mencakup kedalaman, kandungan humus, tekstur, drainase, dan daerah berbatu. 3. Thornbury (1954) dalam Sutikno (1987: 12) menyatakan bahwa ada lima kelompok terapan geomorfologi, yaitu:. * Terapan geomorfologi dalam hidrologi, yang membahas hidrologi di daerah karst dan air tanah daerah glasial. Masalah hidrologi di daerah karst dapat diketahui dengan baik apabila geomorfologinya diketahui secara mendalam. Air tanah di daerah glacial tergatung pada tipe endapannya, dan tipe endapan ini dapat lebih mudah didekati dengan geomorfologi. * Terapan geomorfologi dalam geologi ekonomi, yaitu membahas pendekatan geomorfologi untuk menentukan tubuh bijih, jebakan residu, mineral epigenetik, dan endapan bijih. * Terapan geomorfologi dalam keteknikan, aspek keteknikan yang dibahas meliputi jalan raya, penentuan pasir, dan kerakal, pemilihan situs bendungan dan geologi militer. * Terapan geomorfologi dalam ekplorasi minyak, banyak unsur-unsur minyak di AS yang ditentukan dengan pendekatan geomorfologi terutama bentuklahan termasuk topografi, untuk mengenal struktur geologi dalam penentuan terdapatnya kandungan minyak. * Terapan geomorfologi dalam bidang lain, yaitu menyangkut pemetaan tanah, kajian pantai, dan erosi. Geomorfologi dan Lingkungan Hidup Kab Magelang Lingkungan Hidup Luas lahan konservasi Kabupaten Magelang pada tahun 2000 adalah 10.064 km2 tetapi luasnya menurun pada tahun 2005 menjadi 7.506 km2. Untuk mengatasi kerusakan lingkungan Pemerintah Kabupaten Magelang telah melakukan perbaikan terhadap lahan kritis. Luas lahan kritis pada tahun 2003 seluas 12.943 Km2, telah berkurang menjadi 11.896 km2 pada tahun 2005, sedangkan kerusakan lahan menurun menjadi 203,75 km2. Permasalahan utama yang masih dihadapi dalam pembangunan lingkungan hidup antara lain: 1. belum optimalnya pelestarian hutan lindung, pengelolaan hutan produksi, dan pengelolaan hutan rakyat, 2. partisipasi masyarakat sekitar hutan yang masih belum optimal 3. belum optimalnya penerapan sempadan sungai dan sempadan mata air untuk menjaga kelestarian lingkungan. Kehutanan Dibidang kehutanan, jumlah hasil hutan yang paling banyak diproduksi adalah getah kayu pinus. Komoditi kehutanan di Kabupaten Magelang yang juga cukup potensial adalah tanaman sengon, dimana tanaman ini telah banyak ditanam oleh masyarakat yang tersebar di 21 kecamatan. Namun dikhawatirkan apabila jumlah hutan terus menurun akan berpengaruh terhadap produksi hasil hutan. Pertanahan Di bidang pertanahan yang merupakan salah satu sumber daya alam yang harus dijaga dan ditata, karena mempunyai nilai strategis dalam tatanan kehidupan manusia bersosial dan bernegara. Terutama dalam kaitannya dengan fungsi pemanfaatan, baik fungsi lindung maupun budi daya sesuai RTRW. Sampai tahun 2005, di Kabupaten Magelang terdapat 876.116 bidang tanah, dan yang telah bersertifikat baru berjumlah 260.237 bidang tanah. Oleh karena itu diperlukan sistem informasi dan manajemen pertanahan yang baik Bentuk Geomorfologi Dasar Laut Pada Tepian Lempeng Aktif di Lepas Pantai Barat Sumatera dan Selatan Jawa Tatanan tektonik sebelah barat Sumatera dan selatan Jawa, didominasi oleh pergerakan ke utara dari tepian aktif lempeng samudera Hindia dan lempeng benua Australia terhadap lempengan Sunda dengan kecepatan sekitar 6-7 cm/tahun. Komponen gerakan lempengan yang relatif tegak lurus terhadap arah batas lempeng sebagian besar membentuk sesar-sesar naik di sepanjang zona subduksi Sumatera dan Java, sedangkan komponen lempeng yang parallel terhadap batas lempeng didominasi oleh terbentuknya sesar-sesar geser pada zona sesar. Kajian tepian tektonik aktif difokuskan untuk mengidentifikasi bentuk geomorfologi dasar laut dari masing-masing segmen lempeng. Empat bentuk morfologi utama dapat diidentifikasi, seperti zona subduksi, palung laut, prisma akresi, dan cekungan busur muka. Gambaran bentuk geomorfologi dasar laut ini kemungkinan merupakan contoh morfologi dasar laut yang terbaik di dunia. Batas-batas bentuk geomorfologi dasar laut ini sangat jelas terlihat pada rekaman seismic dan citra seabeam. Makin kearah selatan, dasar laut makin banyak mengalami pensesaran normal. Sesar-sesar ini nampaknya lebih intensif makin jauh dari palung laut. Pada sumbu palung, bentuk kerak samudera telah banyak mengalami pensesaran dan membentuk pola-pola horst dan graben secara luas.

0 komentar:

Get This 4 Column Template Here
Get More Templates Here